![]() |
| Kapolsek Urban Siau Barat, Kompol H. R. Bingku |
Suarasitaronews.com-SIAU : Jumlah kasus penganiayaan di
bumi karangetang mondolokang kolo-kolo, ternyata masih terbilang sangat
tinggi. Hal ini terbukti dengan adanya data yang dirilis pihak
kepolisian Siau Barat (Sibar) dan Siau Timur (Sitim), dimana, tercatat
ada 107 kasus penganiayaan yang ditangani sepanjang tahun 2014. Dengan
rincian, 30 Kasus di Polsek Sibar dan 77 Kasus di Polsek Sitim. Kasus
penganiayaan ini Duduk di peringkat ke 2 setelah kasus penghinaan.
Kendati begitu, pihak kepolisian setempat telah melakukan
analisa terkait penyebab banyaknya kasus penganiayaan yang masih
terbilang cukup tinggi, dimana, hal itu sebabkan karena miras menjadi
aktor utama. “Kebanyakkan selalu bermula saat pelaku telah mengkonsumsi
minuman beralkohol,” kata Kapolsek Urban Sibar, H. R. Bingku, Senin
(29/12)
Untuk menekan jumlah tersebut, lanjut Bingku, penertiban
terhadap peredaran miras terus dilakukan secara intensif. “Meski masih
terbilang tinggi, namun untuk tahun ini jumlahnya sedikit menurun. Ini
merupakan hasil dari intensnya penertiban miras yang kami lakukan,” ujar
pria berpangkat Kompol itu.
Sementara, terkait dengan penertiban miras di wilayah Siau
Timur, Kapolsek Sitim, AKP Olly Sampouw menyebutkan, sepanjang tahun
2014, pihaknya sudah menertibkan dan memusnahkan ratusan liter miras
ilegal.
“Penertiban di pasar serta operasi di kapal telah membuahkan hasil,
ratusan liter miras telah kami tertibkan sepanjang tahun ini,” tuturnya.
(rags)
Data 5 Kasus Taratas Dalam Laporan Polsek Sitim :
Penganiayaan 77
Penipuan 27
Penghinaan 24
Pencurian 21
Pengeroyokan 18
Penipuan 27
Penghinaan 24
Pencurian 21
Pengeroyokan 18
Polsek Urban Sibar :
Penganiayaan 30
Pengeroyokan 8
Penghinaan 6
Cabul 5
Pencurian 4
Pengeroyokan 8
Penghinaan 6
Cabul 5
Pencurian 4

0 komentar:
Post a Comment