![]() |
| Ilustrasi |
Suarasitaronews.com-Ondong Siau : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) diwakili Kepala Bidang Dikdasmen Masye Riandi mengatakan terkait pembayaran gaji untuk guru honor itu diambil dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk SD dan SMP sedangkan untuk SMA/SMK dari BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah)
"Untuk jumlah guru honor yang ada di Sitaro saat ini kami sementara meminta data dari Kepala Sekolah yang ada di Sitaro jadi belum ada data akurat, wilayah Sitaro sendiri ada 138 sekolah. Dan tiap sekolah menerima dana BOS yang berbeda-beda sesuai jumlah siswa. Untuk yang sekolah negeri pembayaran guru honornya diambil 20 % dari Dana BOS ini untuk 1 triwulan" ujar Riandi Kamis (04/12) siang tadi.
Tambahnya lagi, "untuk gaji guru honor ini memang sangat kurang namun itu kebijakan dari pihak sekolah sendiri karena memang dana BOS itu sedikit," bebrnya.
"Untuk jumlah guru honor yang ada di Sitaro saat ini kami sementara meminta data dari Kepala Sekolah yang ada di Sitaro jadi belum ada data akurat, wilayah Sitaro sendiri ada 138 sekolah. Dan tiap sekolah menerima dana BOS yang berbeda-beda sesuai jumlah siswa. Untuk yang sekolah negeri pembayaran guru honornya diambil 20 % dari Dana BOS ini untuk 1 triwulan" ujar Riandi Kamis (04/12) siang tadi.
Tambahnya lagi, "untuk gaji guru honor ini memang sangat kurang namun itu kebijakan dari pihak sekolah sendiri karena memang dana BOS itu sedikit," bebrnya.
Dana BOS tersebut akan masuk ke rekening Sekolah dan pihak sekolah yang akan memberikan gaji kepada guru honor, dan dari pihak dikpora hanya mengawasi dan menerima laporan dari sekolah. Dan Untuk triwulan terakhir ini dana BOS diketahui telah masuk ke rekening sekolah masing-masing.
Sementara pihak Dikpora telah menginstruksikan kepada para pengwas untuk turun ke sekolah-sekolah guna memperketat pengawasan penggunaan dana BOS tersebut.
"kami sudah perintahkan pengawas untuk turun ke sekolah-sekolah selain untuk memeriksa pelajaran juga harus memeriksa pemberian gaji pada guru honor apakah memang benar disalurkan atau bagaimana" tutupnya.
"kami sudah perintahkan pengawas untuk turun ke sekolah-sekolah selain untuk memeriksa pelajaran juga harus memeriksa pemberian gaji pada guru honor apakah memang benar disalurkan atau bagaimana" tutupnya.
Terpisah seorang guru Honor di SMP Negeri 1 Sitimsel mengaku dirinya tak pernah mengalami keterlambatan pembayaran upah, apa lagi tidak dibayarkan.
"Saya belum pernah tidak dibayar upah. Kalau soal terlambat itu hal yang biasa. Namun tetap di bayar," Aku guru Honor yang meminta namanya tidak di tulis.(Mira)

0 komentar:
Post a Comment