![]() |
| Perahu Nelayan di Hantam Gelombang |
Suarasitaronews.com-Ondong Siau : Perahu nelayan di Kampung Pehe, Kecamatan Siau Barat
dihantam badai hingga hancur sehingga membuat banyak nelayan yang tidak melaut.
“Beberapa hari ini
memang sering sekali terjadi gelombang pasang yang sangat tinggi dan disertai
angin kencang. Banyak diantara kami tidak berani melaut dalam kondisi
seperti ini. Perahu saya rusak karena diterjang badai,” kata Limbone
(49) seorang nelayan di kampung Pehe kepada media ini siang tadi,
Selasa (30/12)
Dari hasil pengamatan media ini, perahu Limbone yang terbuat dari fibber itu, memang dalam keadaan rusak parah. Perahunya mengalami pecah dibagian tengah, akibat hantaman gelombang membuatnya mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta.
Dari hasil pengamatan media ini, perahu Limbone yang terbuat dari fibber itu, memang dalam keadaan rusak parah. Perahunya mengalami pecah dibagian tengah, akibat hantaman gelombang membuatnya mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta.
“Sebelum dihantam ombak, perahu
itu sedang di ikat dipelabuhan Pehe atau terparkir Tiba-tiba saat saya lihat perahu
sudah pecah, dan ternyata akibat hantaman gelombang.”ujarnya.
Hal senada juga di ungkapkan Betran (40) nelayan asal Ulu Siau, dimana, cuaca buruk berupa ombak besar setinggi tiga meter disertai angin kencang melanda daerah mereka sejak beberapa hari ini. Selain merusak banyak perahu, Cuaca buruk itu juga memaksa para nelayan tak berani melaut. “Cuaca buruk ini terjadi sejak beberapa minggu lalu. Tingginya ombak membuat puluhan perahu nelayan rusak,” ujarnya.
Dikatakanya, akibat cuaca buruk tersebut, para nelayan lebih memilih mengisi aktifitas sehari- hari dengan memperbaiki perahu yang rusak serta memperbaiki peralatan melaut lainnya.
Hal senada juga di ungkapkan Betran (40) nelayan asal Ulu Siau, dimana, cuaca buruk berupa ombak besar setinggi tiga meter disertai angin kencang melanda daerah mereka sejak beberapa hari ini. Selain merusak banyak perahu, Cuaca buruk itu juga memaksa para nelayan tak berani melaut. “Cuaca buruk ini terjadi sejak beberapa minggu lalu. Tingginya ombak membuat puluhan perahu nelayan rusak,” ujarnya.
Dikatakanya, akibat cuaca buruk tersebut, para nelayan lebih memilih mengisi aktifitas sehari- hari dengan memperbaiki perahu yang rusak serta memperbaiki peralatan melaut lainnya.
“Sambil menunggu cuaca membaik, dari
pada menganggur saya dan nelayan disini biasanya memperbaiki jaring,
perahu serta peralatan melaut,” ujarnya.
Meskipun merupakan fenomena tahunan, namun para nelayan setempat berharap kondisi cuaca ekstrim ini akan segera meredah, agar dapat melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meskipun merupakan fenomena tahunan, namun para nelayan setempat berharap kondisi cuaca ekstrim ini akan segera meredah, agar dapat melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami saat ini berharap cuaca ini kembali normal, karena kami ini rata-rata hidup dilaut untuk mencari nafkah,”harapnya (rags)

0 komentar:
Post a Comment