Suarasitaronews.com-Manado : Keputusan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias
Ahok mundur dari Partai Gerindra menjadi perbincangan politik paling
menarik di tanah air. Termasuk memantik reaksi beragam kader Gerindra
di pusat maupun daerah.
Glenny Kairupan, Ketua DPD Partai Gerindra Sulut mengatakan,
keputusan Ahok menolak keputusan Partai Gerindra secara nasional harus
dihargai.
"Dalam politik ada pilihan. Itu pilihan Ahok! Harus dihargai dan
tentunya Partai Gerindra merekrut orang tidak sembarang namun dalam
perjalanannya ada yang masuk dan ada yang keluar," ujarnya.
Kairupan mengakui jika pilihan Ahok ini akan berdampak dalam
hubungannya dengan kader Partai Gerindra di Jakarta dan DPP
Gerindra."Tentu saja Gerindra sebagai partai yang mengusung Ahok akan
ada pembahasan khusus berkaitan keputusan Ahok ini. Yang pasti, tetap
pada keputusan koalisi merah putih bahwa kepala daerah sebaiknya dipilih
DPRD setempat demi negara Indonesia yang lebih baik," katanya.
Kairupan menambahkan, mereka akan mengikuti kesepakatan koalisi merah putih yang mendukung Pilkada di kota dan kabupaten.
Ketua Gerindra Sulut Glenny Kairupan akan mengikuti koalisi
merah-putih yaitu mendukung Pilkada oleh DPRD kabupaten/kota terkait. Ia
menilai banyak keuntungan dengan sistem tersebut dibanding Pilkada
langsung.
Demikian diungkapkannya kepada Tribun Manado, Rabu (10/9).
"Harus diingat DPRD itu dipilih langsung rakyat jadi mereka
representatif rakyat. Selain itu Pilkada langsung selama 9 tahun ini
lihat apa hasilnya? Kita minimalisirlah konflik dengan kampanye damai,
minimalisir sengketa berkepanjangan dan efesiensi anggaran dengan
pemilihan kepala daerah oleh DPRD," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa DPRD itu dipilih langsung selama 9 tahun dengan hasil yang telah ada.
Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sulut, Melki Suawah
menyayangkan sikap Ahok."Kami sangat menyayangkan sikapnya. Padahal
besar harapan kami kepada Ahok untuk membesarkan partai," ujarnya, Kamis
(10/9).
Melki pun mengakui jika Ahok merupakan kader potensial. Dengan
langkah yang diambil oleh Ahok, Melki mengaku menghargai keputusan
mantan politisi partai Golkar itu. "Kalau beliau (Ahok) mundur, harus
dihormati," tuturnya.
Kinerja Ahok, sebenarnya sangat didukung oleh partai. Ahok bahkan
menurut Melki, tidak pernah diganggu kinerjanya oleh partai. Tak hanya
itu saja, ketika Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden, Ahok tidak
pernah dimintakan untuk jurkam. "Karena Ahok milik rakyat DKI makanya
partai ingin Ahok konsentrasi urus Jakarta," ucapnya.
Mengenai rencana sistem Pilkada yang dipilih langsung oleh DPR, menurut Melki koalisi merah putih sebenarnya menyetujui hal itu karena hasil evaluasi selama ini yang dinilai banyak kekurangannya.
Kata dia, dengan Pilkada langsung, banyak dampak negatif yang timbul.
Contohnya maraknya money politik serta praktek suap yang terjadi ketika
sampai di sidang MK.
"Jadi Pilkada selama ini tidak mendidik masyarakat justru praktek kapitalis terjadi," terangnya. Belajar dari pengalaman tersebut, maka sudah sepantasnya dilakukan evaluasi dan hasilnya partai koalisi bersepakat Pilkada dikembalikan ke DPRD.
Koalisi merah putih sendiri, sangat menginginkan sistem demokrasi
lebih baik lagi. Jika ada tanggapan bahwa terjadi kemunduran apabila
dikembalikan ke DPRD, maka hal itu menurut Melki kurang tepat.
Dia menjelaskan, DPRD dipilih oleh rakyat, maka sudah seharusnya DPRD
juga memilih calon kepala daerah. "Kalau rakyat sudah percaya kepada
wakilnya, maka sudah tentu rakyat menyerahkan sepenuhnya ke DPRD
termasuk memilih kepala daerah," ucapnya.
Pilkada dikembalikan ke DPRD, juga sudah sesuai konstitusi yakni pada
Pancasila. Pada sila keempat sudah menyebutkan mengenai permusyawaratan
perwakilan.
Diakhir wawancara, Melki mewakili koalisi merah putih menegaskan, pihaknya ingin berjuang untuk kepentingan masyarakat.(Tribun news.com)

0 komentar:
Post a Comment