Suarasitaronews.com - Harga emas jatuh ke titik terendah dalam sepekan terakhir, Senin 12 Mei
2014, karena mata uang euro melayang mendekati posisi terendah satu
bulan terakhir, di tengah kekhawatiran akan kebijakan yang diambil Bank
Sentral Eropa (ECB).
Hal tersebut, seperti dikutip dari laman Reuters, melemahkan permintaan investor akan safe haven (emas) meski kekerasan di Ukraina meningkat.
Harga
emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi US$1.282,50 per ounce,
setelah turun selama dua pekan berturut-turut. Emas sempat jatuh ke
posisi terendah satu pekan terakhir di US$1.279,60 pada awal sesi.
Sementara
itu, mata uang euro merosot lebih dari satu persen sejak Kamis lalu,
ketika Gubernur ECB Mario Draghi mengatakan bahwa pihaknya siap untuk
mengambil tindakan untuk menghadapi laju inflasi bulan depan.
Hal itu, membuat mata uang dolar menguat dan memicu bullion (emas batangan) lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.
Investor
tampaknya juga mengabaikan perkembangan di Ukraina akhir pekan lalu, di
mana pemberontak pro Moskow menyatakan kemenangannya dalam opsi
referendum untuk pembentukan pemerintahan sendiri untuk timur Ukraina.
Pasar domestik
Di dalam negeri, Unit
Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk melaporkan
harga emas batangan pada transaksi hari ini juga kembali melemah.
Harga
emas batangan Antam dijual Rp529.000 untuk ukuran satu gram, atau turun
Rp1.000 dibandingkan harga per gram pada transaksi Jumat 9 Mei 2014,
yang dipatok Rp530.000.
Emas ukuran 5 gram juga dilepas dengan
harga Rp2.500.000, ukuran 10 gram Rp4.950.000, ukuran 25 gram
Rp12.300.000, ukuran 50 gram Rp24.550.000, dan ukuran 100 gram dijual
Rp49.050.000.
Harga emas ukuran 250 gram pun melemah dan dipatok pada level Rp122.500.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp244.800.000.
Adapun harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini dipatok pada level Rp469.000, atau turun Rp1.000 per gram dari perdagangan sebelumnya Rp470.000. (viva.co.id/mira)
0 komentar:
Post a Comment