Suarasitaronews.com- Tagulandang, : Terkait meningkatnya gejala Demam Berdarah Dangue (DBD) di
Wilayah Tagulandang. Kepala Dinas Kabupaten Sitaro, Ria Papalapu,
membantah jika di Tagulandang mengalami peningkatan Kasus DBD.
Menurutnya, kabar tersebut tidak benar sebab dirinya mengaku telah turun kelapangan," tidak ada yang meninggal, hanya ada beberapa yang mengalami gejala, dan saat ini masih dalam perawatan intensif di RSUD Tagulandang,"ujar Papalapu diruang kerjanya, Senin (16/02)
Papalapu menerangkan, pada awal tahun 2015 hingga Februari kasus DBD hanya terdapat 29 jiwa yang mengalami gejala DBD. Namun saat ini masih 5 jiwa yang masih dirawat dirumah sakit. "Tidak ada yang meninggal di Tagulandang, hanya bulan lalu di kelurahan Bahu dan warga Manado namun tinggalnya di Tagulandang,"ujarnya
Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku telah melakukan penanggulangan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan pengasapan atau fogging Sebelum berstatus KLB.
Sementara ketika ditanya soal permintaan warga untuk melakukan fogging, Papalapu mengatakan, tidak semua kasus bisa untuk diambil tindakan pengasapan atau fogging. Sebab, ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi, apakah daerah tersebut sudah harus dilakukan pengasapan atau
belum.
Terlebih lagi, Lanjut Papalapu, proses pengasapan itu juga tidak terlalu efektif. Sebab, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara nyamuk yang masih dalam fase jentik dan siap terbang tidak bisa dibasmi dengan fogging. Karena itulah, Papalapu lebih mengimbau warga untuk lebih giat lagi melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak dan berkelanjutan secara rutin.
“Di sinilah dibutuhkan peran serta masyarakat. Sebab, kondisi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi bersama-sama dengan warga,” ujarnya.(rags)
Menurutnya, kabar tersebut tidak benar sebab dirinya mengaku telah turun kelapangan," tidak ada yang meninggal, hanya ada beberapa yang mengalami gejala, dan saat ini masih dalam perawatan intensif di RSUD Tagulandang,"ujar Papalapu diruang kerjanya, Senin (16/02)
Papalapu menerangkan, pada awal tahun 2015 hingga Februari kasus DBD hanya terdapat 29 jiwa yang mengalami gejala DBD. Namun saat ini masih 5 jiwa yang masih dirawat dirumah sakit. "Tidak ada yang meninggal di Tagulandang, hanya bulan lalu di kelurahan Bahu dan warga Manado namun tinggalnya di Tagulandang,"ujarnya
Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku telah melakukan penanggulangan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan pengasapan atau fogging Sebelum berstatus KLB.
Sementara ketika ditanya soal permintaan warga untuk melakukan fogging, Papalapu mengatakan, tidak semua kasus bisa untuk diambil tindakan pengasapan atau fogging. Sebab, ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi, apakah daerah tersebut sudah harus dilakukan pengasapan atau
belum.
Terlebih lagi, Lanjut Papalapu, proses pengasapan itu juga tidak terlalu efektif. Sebab, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara nyamuk yang masih dalam fase jentik dan siap terbang tidak bisa dibasmi dengan fogging. Karena itulah, Papalapu lebih mengimbau warga untuk lebih giat lagi melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak dan berkelanjutan secara rutin.
“Di sinilah dibutuhkan peran serta masyarakat. Sebab, kondisi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi bersama-sama dengan warga,” ujarnya.(rags)
ragil@suarasitaronews.com

0 komentar:
Post a Comment