![]() |
| Toni Supit |
Suarasitaronews.com-Tagulandang, : Sejumlah warga Tagulandang menilai Bupati Kepulauan
Sitaro Toni Supit terkesan menganak tirikan warganya. Kenapa Pasal? Ya,
mereka menilai, Bupati kini tidak pernah mendengar apa yang menjadi
kebutuhan masyarakat.
Menariknya, mereka menyebutkan bahwa Tonsu hanya mengejar-ngejar proyek seakan-akan, Bupati ingin mencari kembalian uang terhadap pemberiannya pada kampanye pilkada lalu,
"Karena priodenya sudah mau habis, Bupati terkesan mengejar proyek untuk mengembalikan uang yang habis saat kampanye lalu."Sebut Warga Tagulandang berinisial S yang meminta namanya disimpan, siang tadi, Selasa (12/02)
Menurutnya juga, pemkab Sitaro sebenarnya masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan. PR dimaksud meliputi pembangunan sarana dan prasarana untuk masyarakat, khususnya infrastruktur di berbagai bidang.
Pria asli pulau yang terkenal dengan buah salak itu, juga menyebutkan, proyek terbengkalai di pulau Tagulandang itu meliputi pembangunan tanggul di kampung haasi, serta di bidang infrastruktur seperti jalan hingga sarana pendidikan.
"Harapan kita, proyek-proyek terbengkalai ini menjadi catatan penting. Dalam penetapan pemenang lelang kedepannya ULP harus betul-betul selektif, kemudian SKPD juga harus mengawasi kegiatan proyek di lapangan dengan jujur," pesannya
Selain pengerjaan proyek yang amburadul, penanganan dibidang kesehatan pun pemerintah dinilai lamban untuk mengambil langkah antisipasi, buktinya, masih banyak warga Tagulandang yang terkena gejala DBD.
"Kami merasa kecewa dengan pemerintah, Kekecewaan tersebut lantaran penyakit DBD yang menyerang Tagulandang tidak di perhatikan oleh Dinkes dan pemerintah kecamatan,"ujar Ketua Lembaga Swadaya (LSM) Tagulandang, Ivon Bawotong ketika dihubungi media ini, siang tadi, (16/02)
Bawotong juga kesal terhadap pemerintah setempat yang tidak pro aktif dalam menangani kasus DBD ini. “Kami pernah mengusulkan kepada kelurahan untuk membuat surat di tujukan ke Dinkes agar dilakukan fogging, namun hingga hari ini permintaan kami tidak di tanggapi”, jelasnya seraya berharap "Kami berharap melalui media ini, kiranya pemerintah bisa kembali peduli kepada masyarakat Tagulandang.
Menariknya, mereka menyebutkan bahwa Tonsu hanya mengejar-ngejar proyek seakan-akan, Bupati ingin mencari kembalian uang terhadap pemberiannya pada kampanye pilkada lalu,
"Karena priodenya sudah mau habis, Bupati terkesan mengejar proyek untuk mengembalikan uang yang habis saat kampanye lalu."Sebut Warga Tagulandang berinisial S yang meminta namanya disimpan, siang tadi, Selasa (12/02)
Menurutnya juga, pemkab Sitaro sebenarnya masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan. PR dimaksud meliputi pembangunan sarana dan prasarana untuk masyarakat, khususnya infrastruktur di berbagai bidang.
Pria asli pulau yang terkenal dengan buah salak itu, juga menyebutkan, proyek terbengkalai di pulau Tagulandang itu meliputi pembangunan tanggul di kampung haasi, serta di bidang infrastruktur seperti jalan hingga sarana pendidikan.
"Harapan kita, proyek-proyek terbengkalai ini menjadi catatan penting. Dalam penetapan pemenang lelang kedepannya ULP harus betul-betul selektif, kemudian SKPD juga harus mengawasi kegiatan proyek di lapangan dengan jujur," pesannya
Selain pengerjaan proyek yang amburadul, penanganan dibidang kesehatan pun pemerintah dinilai lamban untuk mengambil langkah antisipasi, buktinya, masih banyak warga Tagulandang yang terkena gejala DBD.
"Kami merasa kecewa dengan pemerintah, Kekecewaan tersebut lantaran penyakit DBD yang menyerang Tagulandang tidak di perhatikan oleh Dinkes dan pemerintah kecamatan,"ujar Ketua Lembaga Swadaya (LSM) Tagulandang, Ivon Bawotong ketika dihubungi media ini, siang tadi, (16/02)
Bawotong juga kesal terhadap pemerintah setempat yang tidak pro aktif dalam menangani kasus DBD ini. “Kami pernah mengusulkan kepada kelurahan untuk membuat surat di tujukan ke Dinkes agar dilakukan fogging, namun hingga hari ini permintaan kami tidak di tanggapi”, jelasnya seraya berharap "Kami berharap melalui media ini, kiranya pemerintah bisa kembali peduli kepada masyarakat Tagulandang.
rags
ragil@suarasitaronew.com

0 komentar:
Post a Comment