Suarasitaronews.com - Florida : Google
Glass tak hanya menghipnotis pecinta gadget, melainkan badan antariksa
NASA pun terbuai akan kecanggihannya. Di bawah arahan NASA, astronot ini
telah menguji kehebatannya di dasar laut terlebih dahulu, sebelum
digunakan di luar angkasa.
Dalam percobaan tersebut, seperti yang dilansir Space,
Jumat 8 Agustus 2014, astronot menggunakan Google Glass saat menyelam
dengan kedalaman 19 meter di lepas pantai Key Largo, Florida, Amerika
Serikat. Di sana mereka menguji kacamata pintar itu untuk membantu
astronot melacak prosedur apa yang harus dilakukan selanjutnya di saat
berada di luar angkasa nanti. Selain itu juga, terdapat alat untuk
memonitor detak jantung astronot, atau mencari penyebab kerusakan di
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
"Saya belum pernah ke
ruang angkasa tetapi menurut pemahaman saya yang telah bekerja di tim
Mission Control, dan menyaksikan para anggota awak bersaing untuk ke
luar angkasa, Google Glass memberi saya kesan yang baik dan
menakjubkan," ujar Vande Hei, astronot NASA.
Vande Hei mengatakan hal yang perlu diperhatikan adalah ketika astronot harus dihadapi dengan peristiwa yang tak diduga-duga.
Pengujian
tersebut merupakan pelaksanaan dari Program bernama NASA Extreme
Environment Mission Operations (NEEMO). Program ini bertujuan untuk
menguji segala perangkat teknologi dan prosedur yang akan dimanfaatkan
dalam misi ruang angkasa di masa depan.
Dalam hasil uji itu, dikutip Mashable,
belum diketahui apakah perangkat Google Glass dapat dikenakan di ruang
angkasa. Dari laporan NEEMO, astronot menemukan bahwa layar kecil
seperti yang terpasang pada Google Glass dirasa tidak nyaman untuk
dibaca saat melakukan visi mereka.
Namun, hal itu belum berakhir karena akan dilakukan pengujian lanjutan yang dijadwalkan pada September tahun ini.
(viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment