Asteroid menghantam Bumi (foto ilustrasi)(The Sidney Morning Herald)
Suarasitaronews.com - Asteroid terus mengancam Bumi. Bahkan
menurut sebuah lembaga antariksa swasta, Bumi dihantam asteroid
berkekuatan nuklir setiap enam bulan sekali.
Seperti dilansir The Sidney Morning Herlad,
Rabu 7 Mei 2014, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan
hanya satu persen asteroid yang ditemukan dari jutaan yang meluncur di
tata surya.
Diperlukan informasi untuk mendeteksi dan melacak
asteroid yang memiliki potensi menghancurkan kehidupan umat manusia.
Oleh karena itu, NASA akan mengadakan program berburu asteroid dengan
mengundang orang-orang pintar dari seluruh dunia untuk menemukan cara
mengawasi dan mendeteksi asteroid yang bisa mengancam Bumi.
Kontes
yang diberi nama Asteroid Grand Challenge, digelar sebagai panggilan
agar manusia bertindak nyata untuk membela Bumi dari ancaman asteroid.
"Ide-ide bagus bisa datang dari mana saja," kata Ben Burress, staf astronom Oakland Chabot Space & Science Centre.
"Ada
jutaan asteroid yang kita tidak tahu. Sehingga, ide dan informasi lebih
jelas benar-benar sangat baik. Apakah kita akan terkena? Ya.
Pertanyaannya, kapan dan seberapa besar asteroidnya?," Ben menambahkan.
Dalam
video pengumuman, NASA mengatakan, "berburu asteroid adalah kegiatan
yang bisa diikuti semua orang. Apakah itu menulis kode komputer,
membangun perangkat keras, melakukan pengamatan melalui teleskop.
Terserah kita masing-masing, bagaimana melindungi planet kita dari
asteroid."
"Dinosaurus akan peduli jika mereka tahu tentang
masalah ini," demikian pernyataan dari NASA untuk menantang warga negara
di seluruh dunia.
Pada Jumat lalu, NASA mengakhiri kontes ketiga
kompetisi algoritma untuk mendeteksi asteroid tersembunyi. Tidak kurang
dari 422 orang dari 63 negara ikut dalam kompetisi algoritma.
NASA
akan memberikan penghargaan senilai US$35.000 tahun ini untuk
orang-orang yang bisa mencari cara mengidentifikasi asteroid
tersembunyi.
Kontes algoritma dikelola oleh NASA menggandeng
Harvard Business School dengan menggunakan NASA Turnamen Lab untuk
kontes pengembangan algoritma dan perangkat lunak.
"Selama tiga
tahun terakhir, NASA telah belajar dan memajukan kemampuan untuk
memanfaatkan algoritma terdistribusi dan keterampilan coding melalui
NASA Turnamen Lab untuk memecahkan masalah yang sulit," kata Direktur
Lab, Jason Crusan.
"Kami sekarang menerapkan pengalaman kami
dengan kontes algoritma untuk membantu melindungi planet ini dari
ancaman asteroid melalui analisis citra."
NASA berharap, tahun
ini menerima algoritma dari para ilmuwan yang memungkinkan untuk
menemukan dan melacak asteroid, mengidentifikasi ukuran dan bentuknya,
apakah asteroid itu mengancam Bumi. Kemudian bagaimana cara mencegah dan
memusnahkan asteroid tersebut agar tidak memusnahkan makhluk hidup di
Bumi.
"Ini adalah masalah global yang perlu semua orang
memecahkannya. Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Itulah inti dari
tantangan besar ini," kata Ramsey.
Berikut 10 asteroid atau meteor yang menghantam bumi dan membentuk kawah besar:
1. Kawah Kamil di Mesir; tanggal tidak diketahui
2. Kawah Carancas di Peru; 7 tahun yang lalu
3. Kawah Sikhote-Alin di Rusia; 67 tahun yang lalu
4. Kawah Wabar di Saudi Arabia; 140 tahun yang lalu
5. Kawah Haviland di Kansas; 1000 tahun yang lalu
6. Kawah Sobolev di Rusia; 1000 tahun yang lalu
7. Kawah Whitecourt di Alberta, Kanada.; 1100 tahun yang lalu
8. Kawah Campo Del Cielo di Argentina; 4000 tahun yang lalu
9. Kawah Kaalijarv di Estonia; 4000 tahun yang lalu, plus atau minus 1.000 tahun
10. Kawah Henbury di Northern Territory Australia; 4200 tahun yang lalu, plus atau minus 1.900 tahun
Daftar ini tidak termasuk asteroid yang meledak di atmosfer tanpa menghantam bumi. (viva.co.id/mira)
0 komentar:
Post a Comment