Suarasitaronews.com-SIAU : Berdasarkan data Prosentase Penduduk Miskin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Sitaro, dimana, perhitungannya dimulai sejak tahun pemekaran kabupaten Sitaro Tahun 2007 yakni berjumlah 16,86 % Selanjutnya pada tahun 2008, jumlah penduduk miskin menurun menjadi sebesar 12,68% dari jumlah penduduk 61.652 jiwa.
Angka kemiskinan ini terus mengalami penurunan ditahun 2009 menjadi 12,21%, dan menurun lagi pada tahun 2010 menjadi 12,09% dari jumlah penduduk 63.801 jiwa. Sedangkan pada tahun 2011 angka kemiskinan menurun lagi menjadi 11,30% dan pada tahun 2012 menjadi hanya sebesar 9,71%, Akhirnya pada perhitungan pada tahun terakhir yakni tahun 2013 berkurang menjadi 8,66%.
Dengan adanya data tersebut tentu angka penduduk miskin di Kabupaten Sitaro terlihat ada peningkatan yang cukup signifikan. Namun siapa sangka jika data rill yang dipublish oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sitaro ternyata mengalami perbedaan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Sitaro.
Berdasarkan data yang berhasil dihinpum Suasitaronews.com pada BPS Sitaro menyatakan, bahwa pada tahun 2008 Persentase Penduduk miskin masih mencapai 12,68%, Selanjutnya pada tahun 2009 perbedaan data dari Pemda dengan BPS selisih 0,10% yakni 12,11%, dan tahun 2010 menunjukan masih 11,79%. Tahun 2011 masih 10,38%, Tahun 2012 masih 9,48%. Sedangkan pada tahun 2013 angka penduduk miskin mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni 11,36%.
Kesimpulan perbedaan data antara kedua instansi tersebut terkuak saat awak media meminta data rill kepada BPS setempat. Kendati begitu, Soal adanya perbedaan data jumlah penduduk miskin ini pun diakui oleh Kepala BPS Sitaro melalui Bagian Wilayah dan Analisis Statistik Yosua Natanael.
"Perbedaan data jumlah penduduk miskin ini karena adanya perbedaan cara dalam melakukan sensus penduduk yang dilaksanakan oleh BPS dan Bapedda,"kata Natanael.
Angka kemiskinan ini terus mengalami penurunan ditahun 2009 menjadi 12,21%, dan menurun lagi pada tahun 2010 menjadi 12,09% dari jumlah penduduk 63.801 jiwa. Sedangkan pada tahun 2011 angka kemiskinan menurun lagi menjadi 11,30% dan pada tahun 2012 menjadi hanya sebesar 9,71%, Akhirnya pada perhitungan pada tahun terakhir yakni tahun 2013 berkurang menjadi 8,66%.
Dengan adanya data tersebut tentu angka penduduk miskin di Kabupaten Sitaro terlihat ada peningkatan yang cukup signifikan. Namun siapa sangka jika data rill yang dipublish oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sitaro ternyata mengalami perbedaan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Sitaro.
Berdasarkan data yang berhasil dihinpum Suasitaronews.com pada BPS Sitaro menyatakan, bahwa pada tahun 2008 Persentase Penduduk miskin masih mencapai 12,68%, Selanjutnya pada tahun 2009 perbedaan data dari Pemda dengan BPS selisih 0,10% yakni 12,11%, dan tahun 2010 menunjukan masih 11,79%. Tahun 2011 masih 10,38%, Tahun 2012 masih 9,48%. Sedangkan pada tahun 2013 angka penduduk miskin mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni 11,36%.
Kesimpulan perbedaan data antara kedua instansi tersebut terkuak saat awak media meminta data rill kepada BPS setempat. Kendati begitu, Soal adanya perbedaan data jumlah penduduk miskin ini pun diakui oleh Kepala BPS Sitaro melalui Bagian Wilayah dan Analisis Statistik Yosua Natanael.
"Perbedaan data jumlah penduduk miskin ini karena adanya perbedaan cara dalam melakukan sensus penduduk yang dilaksanakan oleh BPS dan Bapedda,"kata Natanael.
Selain itu, ketika ditanya soal mengapa bisa berbeda dengan data yang ada dipemda, pihaknya tak menampik akan hal itu, "Kami sebagai BPS melakukan riset sesuai dengan garis kemiskinan di Sitaro, sehingga jika ada perbedaaan terhadap pemda itu buka rana kami lagi, memang, sebelumnya ada sedikit perdebatan dengan pemda, namun pihak pemda tidak bisa menyelesaikan pada waktu itu,"ucapnya
Sementara sampai berita ini diturunkan, Kepala Bapedda Sitaro Dr Samuel Raule ketika dikonfirmasi soal itu masih melaksanakan rapat rutin diruang Sekretaris Daerah,(rags)

0 komentar:
Post a Comment