![]() |
| Dirno Kagho |
Suarasitaronews.com-Manado : Dirno Khago seorang dosen Sospol Manado yang juga merupakan tokoh pemuda Sitaro mengungkapkan, bahwa lepas dari penyebab konflik antara mahasiswa papua dan warga tataaran, seharusnya kehadiran dari sebua kampus di daerah tersebut itu konsekwensinya harus dipertimbangkan dari jauh hari sebelumnya dimana sebelum dilakukan pembangunan Kampus, masyarakat harus sudah terdeteksi terlebih dahulu, sebab tidak menutup kemungkinan jika akan terjadi gesekan antara tuan rumah dan pendatang, sehingga harusnya sudah dibicarakan sejak awal.
"Dengan adanya konflik ini, warga tataaran adalah warga yang tidak siap dengan berbagai kemungkinan, persoalan-persoalan yang menjadi dinamika kampus," ujar Kagho, Minggu (19/10) malam tadi saat dihubungi media ini via telephon.
Djelaskanya pula, bentrokan yang terjadi itu, bukan lagi krisis moral di warga dan mahasiswa, melainkan disebabkan oleh tekanan dari banyak faktor di seanteru Sulawesi Utara, yang paling besar dikarenakan oleh dinamika kehidupan sosial sudah berada pada tingkat stres yang tinggi yang disebabkan oleh persoalan global, yakni demokratisasi yang kian berkembang, dan teknologi yang juga sangat cepat perkembanganya, sementara sumber daya manusia yang agak lamban berkembang, sehingga, ada semacam lompatan sosial, bangunan struktural yang terbangun dengan berbagai isu yang sangat ketat dan instan, tidak ditangkap oleh kemampuan masyarakat mengadopsi berbagai teknologi dan kemajuan itu, dengan lamban.
"Jadi ada kesenjangan antara perkembangan dan realitas sosial, dan itu bukan cuma berlaku di warga tataaran tetapi di seanteru Sulawesi Utara, yang saat ini sedang berkonflik."ujar Dosen Sospol Manado itu setelah melakukan penelitianya selama bertahun-tahun lamanya di Sulawesi utara.
Tak hanya itu pula, menurut hasil penelitianya, bahwa seluruh tanah Minahasa merupakan daerah yang paling rawan konflik,dan konflik yang paling lama meledak dan paling sadis terjadi, yakni di Minahasa induk, dan kabupaten bolaang mangondouw, sedangkan konflik temporer itu terjadi di kota Manado dan kota Bitung.
Meski demikian, ia meminta kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut untuk mencari tau kemungkinan ada oknum yang sengaja mengatas namakan warga tataaran.
"Sebab setau saya orang tataaran itu, sangant kuat toleransinya," tutup Kagho.(erga)

0 komentar:
Post a Comment