![]() |
| Mahasiswa Papua meratapi kepergian rekan mereka yang tewas dalam bentrokan (kiri). Sementara situasi saat bentrokan warga membawa berbagai senjata (kanan). (foto facebook Suara rakyat minahasa) |
Suarasitaronews.com-Manado : Bentrok antara mahasiswa papua dan warga Tataaran,
menyebabkan korban salah sasaran terkapar di rumah sakit tondano setelah di
hantam secara membabi buta oleh mahasiswa papua dan warga Tataaran.
Pria asal Kampung Nameng kabupaten Sitaro Hirjan Mare (20)
tersebut, pasalnya tengah berada dilokasi bundaran Tataaran yang menjadi pusat
bentrokan antara mahasiswa papua dan warga Tataaran.
“Hirjan Mare, menjadi korban salah sasaran dan saat ini
berada di rumah sakit Tondano” ungkap Joli Horonis, Aktivis Sitaro yang berada
di manado, Minggu (19/10) malam tadi.
Hal tersebut sontak membuat para mahasiswa yang datang
menuntut ilmu di Unima trauma dan ingin pulang ke kampung halaman
masing-masing, bahkan sejumlah mahasiswa telah mencari keluarga di daerah lain
untuk menghindari bentrok tersebut.
Melihat akan hal itu, aktivis vokal Sitaro Ishak Sandala, Joli
Horonis, dan Seorang Dosen Sospol Manado Warga Sitaro Dirno Kagho, menyesalkan akan apa yang
terjadi di Tataaran yang membabi buta hingga mengakibatkan korban salah
sasaran.
“Ini diakibatkan oleh ketidak siapanya warga sebagai tuan
rumah tempat didirikanya Unifersitas dan oleh para mahasiswa papua sebagai tamu
di daerah ini,” ujar mereka senada.
Meski begitu, Joli Horonis menghimbau para mahasiswa asal Sitaro untuk tetap waspa dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah saat malam hari.
Meski begitu, Joli Horonis menghimbau para mahasiswa asal Sitaro untuk tetap waspa dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah saat malam hari.
Semantara ditambahkan Sandala, Pemerintah Sitaro juga harus ikut
mengkoordinasikan hal tersebut dengan Bupati Minahasa atau pun menjenguk
mahasiswa yang menjadi korban salah sasaran dari bentrokan tersebut.
“Pemerintah Sitaro harus memberikan perhatian bagi mahasiswa
Sitaro terkait masalah tersebut mengingat seluruh mahasiswa Unima telah
mengalami trauma berat atas kasus itu,” kata Sandala. (erga)

0 komentar:
Post a Comment