Suarasitaronews.com-SIAU : Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sitaro Djoickson Sagune terkesan 'jual mahal' kepada wartawan. Entah kaget atau belum terbiasa dengan media, ia enggan diwawancara dan lebih memilih untuk menghindar bak artis populer.
Wartawan yang hendak konfirmasi kejelasan soal program pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh yang saat ini sedang berlangsung, dimana, didalam program tersebut terdapat pekerjaan pembangunan kanopi boulevard Ulu Siau Timur (Sitim) yang menelan anggaran hingga Rp. 947.500.000, Tapi sayang saat beberapa wartawan mau konfirmasi dengan kepala dinas yang bersangkutan malah ia lebih memilih menghindar.
Kejadian tersebut bermula ketika ada beberapa wartawan baik cetak maupun online hendak wawacancara dengan Kadis PU, dimana, sebelum konfirmasi, salah satu wartawan menelpon Sagune untuk memberi tahukan bahwa sejumlah kuli tinta ingin melakukan wawancara terhadap dirinya, namun hal itu sepertinya sia-sia karena ketika dihubungi beberapa kali, Sagune enggan mengangkat dan memilih untuk me reject, "Telpon gak di angkat, malah dimatikan. Di sms pun juga gak balas,"sembur Lalenoh Robert wartawan harian posko.Rabu (08/10)
Terang saja rombongan wartawan merasa kecewa, karena sepertinya kedatangan
para kuli ini tidak dikehendaki oleh Kepala Dinas PU , padahal kedatangan wartawan ini mau konfirmasi tidak lebih. Kendati begitu, para kuli tinta pun langsung mendatangi kadis PU yang diketahui sedang berada diruang kerjanya. Namun lagi-lagi, yang bersangkutan lebih memilih menghindar dan jual mahal kepada wartawan. "Saya masih mau keluar, nanti saja"ungkap Sagune dengan raut acuh.
Seperti yang dikatakan Jackmar, salah satu wartawan harian yang bertugas di Sitaro yang juga mau konfirmasi soal tersebut merasa kecewa terhadap Kadis PU, belum tau persoalan apa yang mau dikonfirmasikan kepala dinas sudah menghindar dan pergi dengan alasan mau keluar. "Sebenarnya ada apa, apa ada yang disembunyikan, kami murni mau konfirmasi Terkait pembangunan Kanopi, tapi sayang kepala dinasnya langsung pergi", ujar Jackmar dengan rasa kecewanya.
Sementara itu Ketua LSM Sitaro Victor Salindeho sangat kecewa dan menyayangkan dengan tindakan kepala dinas seperti itu, seharusnya diterima dan didengar dulu apa yang mau dikonfirmasikan, " Seharusnya terima dulu jangan main tinggal begitu saja dan kalaupun ada permasalahan terkait konfirmasi berita, kan ada hak jawabnya", ujar Sagune saat dimintai tanggapannya terkait kepala dinas demikian.
Dikatakan Victor, sebagai seorang wartawan memang harus mengkonfirmasikan kepada dinas terkait bila mendapat temuan dilapangan, karena selaku wartawan berhak menginformasikan hasil pembangunan yang ada, jangan menganggap wartawan mau mengore-ngorek kesalahan. "Sangat disayangkan masih ada pejabat memandang remeh terhadap wartawan dan LSM, padahal jelas-jelas wartawan tersebut mau konfirmasi berita bukan mencari cari kesalahan",pungkasnya
Sementara itu Kepala Dinas PU saat mau dikonfirmasikan perihal berita ini via ponselnya tidak bisa dihubungi, sampai berita ini diturunkan.(rags)
Wartawan yang hendak konfirmasi kejelasan soal program pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh yang saat ini sedang berlangsung, dimana, didalam program tersebut terdapat pekerjaan pembangunan kanopi boulevard Ulu Siau Timur (Sitim) yang menelan anggaran hingga Rp. 947.500.000, Tapi sayang saat beberapa wartawan mau konfirmasi dengan kepala dinas yang bersangkutan malah ia lebih memilih menghindar.
Kejadian tersebut bermula ketika ada beberapa wartawan baik cetak maupun online hendak wawacancara dengan Kadis PU, dimana, sebelum konfirmasi, salah satu wartawan menelpon Sagune untuk memberi tahukan bahwa sejumlah kuli tinta ingin melakukan wawancara terhadap dirinya, namun hal itu sepertinya sia-sia karena ketika dihubungi beberapa kali, Sagune enggan mengangkat dan memilih untuk me reject, "Telpon gak di angkat, malah dimatikan. Di sms pun juga gak balas,"sembur Lalenoh Robert wartawan harian posko.Rabu (08/10)
Terang saja rombongan wartawan merasa kecewa, karena sepertinya kedatangan
para kuli ini tidak dikehendaki oleh Kepala Dinas PU , padahal kedatangan wartawan ini mau konfirmasi tidak lebih. Kendati begitu, para kuli tinta pun langsung mendatangi kadis PU yang diketahui sedang berada diruang kerjanya. Namun lagi-lagi, yang bersangkutan lebih memilih menghindar dan jual mahal kepada wartawan. "Saya masih mau keluar, nanti saja"ungkap Sagune dengan raut acuh.
Seperti yang dikatakan Jackmar, salah satu wartawan harian yang bertugas di Sitaro yang juga mau konfirmasi soal tersebut merasa kecewa terhadap Kadis PU, belum tau persoalan apa yang mau dikonfirmasikan kepala dinas sudah menghindar dan pergi dengan alasan mau keluar. "Sebenarnya ada apa, apa ada yang disembunyikan, kami murni mau konfirmasi Terkait pembangunan Kanopi, tapi sayang kepala dinasnya langsung pergi", ujar Jackmar dengan rasa kecewanya.
Sementara itu Ketua LSM Sitaro Victor Salindeho sangat kecewa dan menyayangkan dengan tindakan kepala dinas seperti itu, seharusnya diterima dan didengar dulu apa yang mau dikonfirmasikan, " Seharusnya terima dulu jangan main tinggal begitu saja dan kalaupun ada permasalahan terkait konfirmasi berita, kan ada hak jawabnya", ujar Sagune saat dimintai tanggapannya terkait kepala dinas demikian.
Dikatakan Victor, sebagai seorang wartawan memang harus mengkonfirmasikan kepada dinas terkait bila mendapat temuan dilapangan, karena selaku wartawan berhak menginformasikan hasil pembangunan yang ada, jangan menganggap wartawan mau mengore-ngorek kesalahan. "Sangat disayangkan masih ada pejabat memandang remeh terhadap wartawan dan LSM, padahal jelas-jelas wartawan tersebut mau konfirmasi berita bukan mencari cari kesalahan",pungkasnya
Sementara itu Kepala Dinas PU saat mau dikonfirmasikan perihal berita ini via ponselnya tidak bisa dihubungi, sampai berita ini diturunkan.(rags)

0 komentar:
Post a Comment