Pialang sedang melakukan aktivitas transaksi di Bursa Efek New York, AS.(REUTERS/Brendan McDermid )
Suarasitaronews.com - New York : Saham-saham melonjak pada penutupan
perdagangan Senin 18 Agustus 2014 di Bursa Efek New York, Amerika
Serikat. Indeks Nasdaq naik ke level tertingginya sejak rekor Maret
tahun 2000 dan harga minyak jatu ke posisi terendah dalam kurun setahun
terakhir.
Seperti diberitakan CNBC, Selasa 19 Agustus 2014, kondisi di Wall Street itu dipengaruhi oleh isu ketegangan geopolitik yang telah mereda.
Menurut
laporan media, Rusia mengatakan perselisihan mengenai rombongan bantuan
kemanusiaannya ke Ukraina telah diselesaikan. Pejabat Ukraina pun
menyatakan diskusi lebih dari lima jam di Berlin telah membawa hasil
"kemajuan moderat".
Analis dari US Bank Wealth Management, Jim
Russell, menyatakan Perkembangan ini mengarah pada beberapa
kecenderungan kerja sama, yang mungkin konstruktif untuk ekuitas global
dan domestik.
Pertemuan Federal Open Market Committee pada
pertengahan September menjadi agenda besar modal pasar yang berikutnya.
"Sampai saat itu, peristiwa geopolitik akan memiliki pengaruh berat,
terutama konflik Rusia dan Ukraina. Ketika sesuatu terjadi, yang
tampaknya benar-benar lebih mencair, hari ini menjadi sebuah gambaran
yang baik," ujar Russell.
Selain itu, pasukan Irak dan Kurdi
dilaporkan mereklamasi kendali Mosul Dam setelah meningkatnya serangan
udara pasukan AS demi menolong warganya selama akhir pekan lalu.
Setelah
sempat menguat 177 poin, indeks Dow Jones Industrial Average akhirnya
hanya ditutup naik 175,83 poin (1,1 persen) ke level 16.838,74. Kenaikan
indeks ini ditopang saham United Technologies yang memimpin penguatan
di antara 26 dari 30 komponen.
Sementara itu, indeks S&P 500
menguat 16,68 poin (0,9 persen) ke level 1.971,74. Kenaikan dipengaruhi
keuntungan saham di sektor industri, sedangkan saham utilitas berkinerja
negatif.
Berhasil melakukan pendakian ke level tertinggi dalam
rekor lebih dari 14 tahun, Nasdaq menguat 43,39 poin (1 persen) ke level
4,508.31.
Total saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York
mendekati 605 juta unit saham dengan Volume Komposit mencapai 2,6
miliar unit saham.(viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment