Prediksi IHSG Jelang Rilis Penghitungan Resmi Suara Pilpres 22 Juli
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia(REUTERS/Beawiharta)
Suarasitaronews.com - Jakarta : Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan
mengumumkan hasil resmi rekapitulasi penghitungan suara pemilihan umum
presiden dan wakil presiden pada 22 Juli 2014.
Menuju keluarnya
rilis tersebut, ada faktor risiko sistematis pasar dalam 8 hari bursa.
Tren pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) terkonfirmasi naik,
bila melewati level 5.200, sebaliknya jika menembus angka bulat 5.000,
tren IHSG berbalik arah menjadi turun.
Pelaku pasar masih dalam
status siaga satu dalam memanfaatkan momen aksi ambil untung. Potensi
terkoreksi yang di depan mata diekspektasikan relatif tidak akan jauh
melebihi level psikologis 5.000.
Momentum IHSG masih kuat untuk melanjutkan kenaikannya setidaknya hingga 5.225 dalam waktu dekat.
Sehari pascapilpres, euforia kemenangan selalu terefleksikan positif pada pergerakan reli IHSG.
Adapun
posisi IHSG saat ini sudah meninggalkan setidaknya dua lubang di level
bawah dengan nilai kumulatif 0,82 persen yang pekan ini mengantarkan
IHSG masuk ke zona jenuh beli, memicu potensi aksi jual untuk
merealisasikan keuntungan jangka pendek sambil menutup lubang-lubang
tersebut dalam waktu dekat, dengan target koreksi ke kisaran
4.989-5.051.
Efek pilpres sejak H-2 memang telah melambungkan
IHSG 3,9 persen secara kumulatif, atau meroket 5,3 persen hingga titik
tertingginya hari ini.
Secara tradisional dalam dua Pilpres
terakhir, H-2 jelang pilpres hingga H+1, IHSG selalu bergerak positif.
Sedangkan 1-2 hari pascapilpres, IHSG cenderung terkoreksi, dengan
rerata minus 0,9 persen pada H+2 dan minus 1,2 persen di H+3.
Dalam
jangka yang lebih panjang, IHSG selalu bergerak positif sejak hari
pencoblosan hingga seminggu ke depannya, sebulan ke depannya, atau pun
hingga akhir tahun tersebut. Bahkan, hingga satu tahun ke depannya, IHSG
mencatatkan kenaikan fantastis rata-rata 26 persen.
Sementara itu, hasil rerata kenaikan IHSG usai lima debat jelang pilpres hanya naik sekitar 0,5 persen.
Yang
menarik, debat yang hanya menghadirkan capres, keduanya direspon IHSG
dengan negatif, dan pelaku pasar modal paling sensitif pada hasil debat
yang kedua mengenai Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, dengan
meresponsnya dengan penurunan terbesar dalam lima kali debat tersebut,
tercatat IHSG minus sebesar 0,9 persen. (viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment