Suarasitaronews.com-Ulu Siau : Terkait perubahan jadwal trayek pelayaran
tujuan pelabuhan Siau, yang mana, beberapa hari yang lalu telah
mendapat kesepakatan antara pihak pengusaha perkapalan, Administrator
Pelabuhan (Adpel) Siau serta Pemerintah daerah Sitaro, dimana dalam
kesepakatan tersebut, setiap kapal baik yang akan melanjutkan pelayaran
ke Pelabuhan Tahuna maupun menjadikan Pulau Siau sebagai destinasi
terakhir tujuan, harus mengakomodir dua pelabuhan yang ada di pulau Siau
yakni Pelabuhan Ulu Sitim serta pelabuhan Pehe Sibar.
"Tanggal 28 April lalu telah dilakukan pertemuan antara pihak pengusaha, pihak Adpel siau dan pemda, sehingga melahirkan kesepakatan terkait jadwal trayek untuk penggunaan pelabuhan Ulu dan pelabuhan Pehe,"tukas Sekretaris Dishubkominfo Sitaro Gandhawari Mulalinda. Rabu, (04/06) siang tadi.
Melihat hal ini, tentu sangat disayangkan dalam pelaksanaannya, sebab, salah satu pengusaha kapal ada yang tidak menepati kesepakatan, dan membatalkan secara sepihak tujuan pelayaran sesuai kesepakatan yakni seharusnya di Pelabuhan Pehe untuk Selasa (03/06).
Sementara itu, Otoritas pelayaran untuk Pulau Siau yakni Adpel Siau, dalam hal ini Syahbandar Siau Adolof Janis yang hendak dimintai konfirmasi sedang tidak berada di Kantornya, Awak media hanya diterima salah seorang petugas KPLP yang saat dimintai keterangan terkait tidak dipatuhinya kesepakatan yang merugikan masyarakat, petugas KPLP tidak membantah adanya pembatalan terkait tujuan pelayaran."memang benar untuk Selasa (3/6) salah satu kapal penumpang dijadwalkan untuk masuk ke pelabuhan Pehe,"tukasnya seraya meminta namanya disimpan.
Terkait perizinan yang seharusnya tidak diberikan pihak Adpel untuk kapal penumpang yang tidak mematuhi ijin pelayaran, dalam hal ini pelabuhan yang dituju menjelaskan, dirinya hanya mematuhi perintah atasan yakni Syahbandar Siau Adolof Janis."saya hanya menjalankan perintah atasan,"elaknya.
Sementara itu, Syahbandar Siau Adolof Janis yang dihubungi no telpon seluler yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif.
Namun dari informasi yang berhasil dirangkum awak media ini dilapangan, pengusaha perkapalan enggan untuk masuk ke Pelabuhan Pehe karena merasa kurang menguntungkan secara bisnis, terkait sedikitnya penumpang."selain itu juga, seharusnya jika sudah ada kesepakatan seluruh kapal penumpang yang menjadikan Siau sebagai pelabuhan persinggahan maupun tujuan akhir harus menepati hal tersebut. Contoh saja untuk bulan Mei lalu, Kapal Penumpang yang berlayar sore hari tidak masuk ke pelabuhan Pehe, jadi kami menganggap jadwal masuk ke pelabuhan Pehe bisa tidak ditepati,"jelas salah seorang pemilik kapal yang di hubungi melalui HP sore kemarin.(Rags)
"Tanggal 28 April lalu telah dilakukan pertemuan antara pihak pengusaha, pihak Adpel siau dan pemda, sehingga melahirkan kesepakatan terkait jadwal trayek untuk penggunaan pelabuhan Ulu dan pelabuhan Pehe,"tukas Sekretaris Dishubkominfo Sitaro Gandhawari Mulalinda. Rabu, (04/06) siang tadi.
Melihat hal ini, tentu sangat disayangkan dalam pelaksanaannya, sebab, salah satu pengusaha kapal ada yang tidak menepati kesepakatan, dan membatalkan secara sepihak tujuan pelayaran sesuai kesepakatan yakni seharusnya di Pelabuhan Pehe untuk Selasa (03/06).
Sementara itu, Otoritas pelayaran untuk Pulau Siau yakni Adpel Siau, dalam hal ini Syahbandar Siau Adolof Janis yang hendak dimintai konfirmasi sedang tidak berada di Kantornya, Awak media hanya diterima salah seorang petugas KPLP yang saat dimintai keterangan terkait tidak dipatuhinya kesepakatan yang merugikan masyarakat, petugas KPLP tidak membantah adanya pembatalan terkait tujuan pelayaran."memang benar untuk Selasa (3/6) salah satu kapal penumpang dijadwalkan untuk masuk ke pelabuhan Pehe,"tukasnya seraya meminta namanya disimpan.
Terkait perizinan yang seharusnya tidak diberikan pihak Adpel untuk kapal penumpang yang tidak mematuhi ijin pelayaran, dalam hal ini pelabuhan yang dituju menjelaskan, dirinya hanya mematuhi perintah atasan yakni Syahbandar Siau Adolof Janis."saya hanya menjalankan perintah atasan,"elaknya.
Sementara itu, Syahbandar Siau Adolof Janis yang dihubungi no telpon seluler yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif.
Namun dari informasi yang berhasil dirangkum awak media ini dilapangan, pengusaha perkapalan enggan untuk masuk ke Pelabuhan Pehe karena merasa kurang menguntungkan secara bisnis, terkait sedikitnya penumpang."selain itu juga, seharusnya jika sudah ada kesepakatan seluruh kapal penumpang yang menjadikan Siau sebagai pelabuhan persinggahan maupun tujuan akhir harus menepati hal tersebut. Contoh saja untuk bulan Mei lalu, Kapal Penumpang yang berlayar sore hari tidak masuk ke pelabuhan Pehe, jadi kami menganggap jadwal masuk ke pelabuhan Pehe bisa tidak ditepati,"jelas salah seorang pemilik kapal yang di hubungi melalui HP sore kemarin.(Rags)
0 komentar:
Post a Comment