Pemilu Diperkirakan Dongkrak Ekonomi RI Kuartal II
lustrasi. (Foto: Okezone)
Suarasitaronews.com - JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun ini berada pada
posisi 5,21 persen secara year on year (yoy). Angka ini jauh di bawah target pemerintah di kisaran 5,6-6 persen.
Analis
Senior Oxford Economic untuk wilayah Asia, Sian Fenner, mengatakan
meskipun melemah, fundamental Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal
ini terbukti dari inflasi yang stabil dan diperkirakan akan berada
dalam target Bank Indonesia (BI) sebesar 3,5-5,5 persen.
"Sementara
itu, defisit neraca perdagangan juga saat semakin mengecil, dan akan
mencapai rata-rata 2,6 persen dari PDB tahun ini, lebih rendah
dibandingkan Kuartal II-2013 sebesar 4,4 persen," jelas dia dalam
keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (6/5/2014)
Menurutnya,
hal ini dapat terjadi karena ekspor membaik, sejalan dengan mulai
pulihnya pertumbuhan perdagangan dunia tahun ini. Namun, Indonesia juga
masih mempunyai risiko yang cukup besar.
"Pada periode jangka
pendek, volatilitas pasar masih akan mengacu pada Pemilihan presiden,
yang akan diselenggarakan pada Juli. Bank Sentral diharapkan dapat
mempertahankan suku stabil di 7,5 persen," tambah dia.
Dia
melanjutkan, meskipun ekonomi Indonesia pada kuartal I-2014 sedikit
lebih lemah dari yang diharapkan, namun proyeksi pertumbuhan 2014 masih
akan terdongkrak dengan adanya investasi.
"Selain itu, konsumsi
akan lebih tinggi, karena belanja pemerintah menjelang pemilu. Angka 5,3
persen ini masih mengalami kontraksi jika dilihat dari pertumbuhan pada
2013," tukas dia. (okezone.com/mira)
0 komentar:
Post a Comment