![]() |
| Pesawat tertutup abu muntahan Gunung Kelud. (Foto: Dok Source: ANT/Trial). |
Hingga saat ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku, belum tahu kapan bandara akan kembali dibuka. Menurutnya, perlu dipastikan betul keadaan bandara agar pesawat dan bandara dapat beroperasi dalam kondisi yang aman.
Pelaksanaan kembali jadwal penerbangan, menurut Dahlan, tidak dapat dipaksakan demi keselamatan bersama. Dia tidak ingin tragedi pesawat asal London tujuan Sidney, yang mengalami mati mesin akibat meletusnya Gunung Galunggung pada tahun 1980-an, kembali terulang.
"Waktu itu, pesawat 747 dari London menuju Sidney tiba-tiba mengalami mesin mati di ketinggian 4.000 kaki di atas langit Jawa Barat. Pesawat tersebut yang terbesar saat itu. Mesin mati satu. Terus beberapa detik kemudian mesin satu lagi mati, itu sudah panik. Kemudian satu mesin lagi mati, itu sudah panik semua. Kemudian yang satu lagi mati juga. Empat mesin mati semua," ujarnya mengisahkan di Stasiun Gambir, saat baru saja tiba di Jakarta selepas menempuh perjalanan menggunakan kereta dari Surabaya, Sabtu (15/2) pagi.
Kerusakan tersebut berakibat fatal, pesawat langsung menukik tajam. Dalam keadaan darurat, pilot tetap terus berupaya menghidupkan mesin pesawat. Sampai akhirnya pesawat turun lebih rendah di bawah ketinggian semula, dan ternyata mesin kembali dapat menyala.
"Karena sudah hampir mendekati bumi, pilot kemudian mencari bandara dan mendarat darurat di Halim Perdanakusuma, Jakarta," imbuhnya.
Kejadian ini ternyata bukan tanpa alasan. Terjadi kesalahan kinerja pada mesin setelah terlilit abu Galunggung. Kondisi itu terjadi karena abu berada di langit yang suhunya di bawah 0 derajat celcius. Walhasil, partikel abu yang beterbangan di atas langit jadi membeku. Debu tersebutlah yang kemudian yang membuat mesin berhenti bekerja.
"Kenapa beku? Jadi debunya itu terbang di ketinggian, suhunya minus 60 derajat. Abu yang membeku mematikan mesin. Nah begitu pesawat jatuh meluncur ke bawah, suhu sudah tidak terlalu dingin lagi, mesin kembali menyala," tambahnya.
Karenanya Dahlan menegaskan, tidak akan meminta para pihak terkait untuk buru-buru menjalankan kembali fungsi bandara. Baginya faktor keselamatan harus diutamakan.
"Jadi sejak itu ada pelajaran yang sangat penting bahwa debu gunung berapi itu berbahaya sekali," tutupnya. (Okezone.com/dats)

0 komentar:
Post a Comment