![]() |
| Data proyek yang diduga Siluman (foto SSN) |
Suarasitaronews.com-Ulu Siau : Proyek siluman yang di beberkan Bupati Sitaro Toni Supit SE MM pada sejumlah media beberapa waktu lalu, ternyata tidak di ketahui oleh anggota DPRD Sitaro terutama ketua komisi B Nilawati Kansil yang membidangi pembangunan.
"Saya juga baru mengetahui kalau ada persoalan seperti itu, nanti akan di koordinasikan terlebih dahulu dengan teman-teman anggota DPRD," ujar Kansil, belum lama ini saat di hubungi media ini.
Secara terpisah, anggota DPRD Sitaro Judson Laheba saat dimintai tanggapanya juga kaget dengan hal itu, namun dirinya yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi di Sitaro di ketahui oleh pemerintah daerah.
"Nah sekarang begini, ada proyek dari provinsi masuk Sitaro, harusnya pemerintah daerah harus tahu, terutama kami sebagai anggota DPRD. Ibarat kalau mau masuk rumah orang harus ketok pintu dulu dong. Terus, proyek ini siapa yang kasih ke kontraktor?" terang Laheba.
Tercatat ada 15 proyek yang tak di ketahui kontraktornya itu, ternyata setelah ditelusuri media ini, nama Andre Kansil adalah salah satu kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, dan ada juga beberapa kontraktor yang langsung menghubungi media ini hanya untuk menginformasikan bahwa mereka mengerjakan proyek tersebut. Salah satunya seperti Anita Liemsela, salah satu pemilik perusahaan kontraktor proyek di Siau.
"Ada 7 proyek yang kami kerjakan yaitu, SD Basaha, Karalung, Apelawo, Buao, Kanang, Ingge, dan Makoa. Itu saya yang mencetak balihonya untuk papan proyek, jadi jangan di bilang siluman sebab kami telah mengikuti semua jenjang prosedurnya," jelas Anita.
Menurut istri dari Ronald Marthin ini, pihaknya sudah mengikuti semua tahapan dari semua prosedur dari proyek-proyek yang mereka kerjakan, sehingga dia keberatan bila disebut proyek-proyek yang mereka kerjakan itu tidak jelas.
Menurut istri dari Ronald Marthin ini, pihaknya sudah mengikuti semua tahapan dari semua prosedur dari proyek-proyek yang mereka kerjakan, sehingga dia keberatan bila disebut proyek-proyek yang mereka kerjakan itu tidak jelas.
Sementara anggota DPRD Kol. Purn. Raymond Wulanta saat dimintai tanggapan terkait dengan hal tersebut, juga senada dengan Judson Laheba dimana semestinya apa pun yang terjadi di Sitaro itu harus di ketahui oleh pemerintah daerah.
"Menurut saya, apa pun yang akan dibuat di Sitaro, itu sepengetahuan pemerintah daerah. Tidak mungkin pemerintah tidak tahu soal itu," kata Wulanta.
Erdy
(erga@Suarasitaronews.com)
Erdy
(erga@Suarasitaronews.com)

0 komentar:
Post a Comment