![]() |
| Buoati Toni Supit |
Suarasitaronews.com-Ondong, SIAU : Kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Kabupaten Sitaro dianggap kurang memadai. Buktinya, Gaji yang diterimanya setiap bulan ternyata masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kurangnnya kesejahteraan pegawai menjadikan sebagain besar PNS berhutang, menggadaikan SK PNS-nya untuk memenuhi kebutuhannya. Tak Pelak, jika banyak PNS Sitaro yang meminta pindah ke daerah lain.
Bupati Sitaro Toni Supit, menjelaskan, sudah banyak para abdi negara di Sitaro ini yang meminta pindah kedaerah lain hanya karena penghasilan yang tidak lagi memadai, Padahal. Sitaro sendiri masih kekurangan banyak pegawai.
"Mereka menanggung beban dua dapur, kebutuhan istri anak di daerah asal dan kebutuhannya sendiri disini, biaya makan, belum lagi uang kost. sementara setiap bulan cuma terima slip gaji saja karena gaji habis untuk angsuran bank,"ujar Bupati belum lama ini
Bupati juga meminta kepada seluruh PNS untuk lebih bijak lagi dalam mengajukan kredit ke Bank. Menurutnya, besarnya hutang seorang PNS dapat berpengaruh terhadap kinerjanya. Bahkan lebih dari itu, tingginya hutang juga menjadi salah satu faktor penyebab PNS ingin hengkang didaerah pengabdiannya.
“Banyak kredit dapat menurunkan semangat kerja. PNS bekerja 1 bulan, tapi gajinya sudah hampir habis karena kredit. Maka dari itu, kalau bisa jangan terlalu banyak hutang,”kata Bupati
Dianjurkan Bupati, kalaupun PNS mau mengajukan kredit, seyogianya jangan lebih dari 60 persen. Agar kebutuhan sehari-harinya dapat tetap dipenuhi dengan baik, tidak keteteran. Dalam konteks ini, PNS memerlukan gaya hidup yang sederhana, jangan terlalu mewah. "Saya sudah meminta kepada sejumlah Bank, untuk tidak memberikan pinjaman kepada PNS lebih dari 60 persen,"ujarnya
Bupati Sitaro Toni Supit, menjelaskan, sudah banyak para abdi negara di Sitaro ini yang meminta pindah kedaerah lain hanya karena penghasilan yang tidak lagi memadai, Padahal. Sitaro sendiri masih kekurangan banyak pegawai.
"Mereka menanggung beban dua dapur, kebutuhan istri anak di daerah asal dan kebutuhannya sendiri disini, biaya makan, belum lagi uang kost. sementara setiap bulan cuma terima slip gaji saja karena gaji habis untuk angsuran bank,"ujar Bupati belum lama ini
Bupati juga meminta kepada seluruh PNS untuk lebih bijak lagi dalam mengajukan kredit ke Bank. Menurutnya, besarnya hutang seorang PNS dapat berpengaruh terhadap kinerjanya. Bahkan lebih dari itu, tingginya hutang juga menjadi salah satu faktor penyebab PNS ingin hengkang didaerah pengabdiannya.
“Banyak kredit dapat menurunkan semangat kerja. PNS bekerja 1 bulan, tapi gajinya sudah hampir habis karena kredit. Maka dari itu, kalau bisa jangan terlalu banyak hutang,”kata Bupati
Dianjurkan Bupati, kalaupun PNS mau mengajukan kredit, seyogianya jangan lebih dari 60 persen. Agar kebutuhan sehari-harinya dapat tetap dipenuhi dengan baik, tidak keteteran. Dalam konteks ini, PNS memerlukan gaya hidup yang sederhana, jangan terlalu mewah. "Saya sudah meminta kepada sejumlah Bank, untuk tidak memberikan pinjaman kepada PNS lebih dari 60 persen,"ujarnya
rags
ragil@suarasitaronews.com

0 komentar:
Post a Comment