Kacamata Star Trek untuk Tuna Netra, Dipasarkan 2016
Kacamata tunanetra(Daily Mail)
Suarasitaronews.com - Oxford : Kacamata pintar, yang dapat mengubah hidup
orang buta dan penderita kurang penglihatan, akan segera dipasarkan
paling lambat pada 2016. Mereka menyebutnya sebagai kacamata Star Trek.
Teknologi
revolusioner ini memungkinkan para penderita kekurangan pada mata dapat
melihat wajah dan rintangan di jalan. Hampir sama dengan kacamata
canggih yang digunakan oleh George La Forge di serial TV Star Trek.
Proyek yang dikerjakan patungan antara
University of Oxford dan Royal National Institute of Blind People,
telah mendapatkan penghargaan dan tambahan dana dari kompetisi sosial
Google, uang sebesar 500.000 poundsterling. Dana sebesar itu akan
digunakan untuk membuat 100 pasang smart glasse dan melakukan ujicoba terhadap 1.000 orang.
Ini akan menjadi uji coba kacamata pintar skala besar pertama di dunia yang melibatkan teknologi tampilan augmented reality
untuk penglihatan. Bahkan, langkah mengomersialkan kacamata untuk orang
buta yang membutuhkan, menjadi yang pertama kalinya di dunia, hanya
dengan 300 poundsterling.
Setidaknya ada 300.000 orang di Inggris
yang teridentifikasi sebagai tuna netra. Separuh dari mereka berharap
kacamata ini bisa membantu memulihkan pandangan. Prototipe kacamata ini
terbukti mampu mengidentifikasi wajah dan rintangan di jalan, lebih
jelas daripada yang sebelumnya pernah mereka lihat selama
bertahun-tahun.
"Ide dari kacamata pintar ini adalah memberikan
pandangan yang jelas lagi kepada penderita kebutaan agar mereka bisa
waspada dengan sekelilingnya. Mudah-mudahan bisa meningkatkan kualitas
hidup mereka," ujar Dr. Stephen Hicks dari Nuffield Department of
Clinical Neuroscience di University of Oxford.
Teknologi yang disematkan
Di
dalam kacamata itu terdapat sebuah kamera video yang diletakkan di atas
bingkainya. Berkat bantuan CPU superkecil dan software di dalamnya,
para pengguna bisa melihat gambar objek terdekat yang dihantarkan oleh
kacamata tersebut.
Sebuah display elektronik transparan, tempat
lensa berada, akan menampilkan gambar ke kacamata masuk ke mata.
Gambar-gambar tersebut berisi objek orang dan rintangan di jalan.
Kacamata
itu juga dilengkapi software yang bisa menggambarkan keadaan sekitar,
objek terdekat, serta memungkinkan pengguna untuk melihat hal-hal
penting lebih jelas, seperti trotoar, kursi, meja, dan bahkan sekelompok
manusia.
"Kacamata ini tidak menggantikan fungsi mata yang sebenarnya, hanya membantu meningkatkan kesadaran," kata Hicks. (viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment