Suarasitaronews.com - Jakarta Selatan : Pertumbuhan
pengguna ponsel di Indonesia yang sudah menembus jumlah populasi, serta
tumbuhnya ponsel pintar membuka peluang potensial untuk industri
periklanan digital.
Peluang Telkomsel layanan periklanan digital
ini cukup besar, sebab operator anak perusahaan Telkom itu memiliki
jumlah pelanggan 135 juta dengan cakupan jaringan yang luas.
Menurut
perhitungan E-marketer untuk tahun ini, iklan digital untuk banner,
hanya berbasis data, saja ditaksir mencapai Rp.161 miliar. Pada posisi
itu, Telkomsel medominasi raihan lebih dari 50 persen.
Survei
IDC juga menguatkan peluang periklanan digital. Berdasarkan data
lembaga riset itu, terdapat pergeseran perilaku pengguna di Indonesia,
yang lebih banyak menghabiskan waktu pada handset dibanding di layar TV.
Untuk itu, Telkomsel pun mengusung inovasi dalam periklanan digital, yaitu dengan mengadopsi analitik perilaku pelanggan.
"Selain LBA (location base advertising)
retail, Telkomsel Digital Advertising akan fokus dengan menggunakan Big
Data. Mempelajari berbasis pola perilaku penggguna," jelas Vice
President Digital Advertising, Haryati Lawidjaja kepada wartawan di
Kantor Telkomsel, Wisma Mulia, Jakarta Selatan, Kamis malam, 10 Juli
2014.
Dengan analisa big data, tambah dia, program sasaran
pemasaran dipandang lebih tepat dan terarah dalam komunikasi sebuah
iklan. "Tergantung pengiklan dan profilingnya seperti apa," ujarnya yang
akrab disapa Fey.
Ia menegaskan profiling pelanggan tak akan
menjual data pelanggan. Telkomsel berkomitmen menjaga data pelanggan.
"Kami tetap menjaga data konsumen. Yang kita jual adalah menyampaikan
iklan ke target konsumen yang relevan," ujar dia.
Meski secara
kontribusi terhadap pendapatan perusahaan masih kalah dari voice, SMS
dan data, layanan digital advertising Telkomsel tengah menunjukkan
kinerja bagus, tumbuh 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak
heran, pertumbuhan brand yang mengadopsi periklanan digital Telkomsel
cukup tinggi. Saat ini, rata-rata sudah ada puluhan ribu brand
multinasional atau perusahaan besar.
"Dengan rata-rata
pertumbuhan per bulan 20-30 persen. Sampai akhir tahun ini kami
targetkan brand yang masuk ke periklanan digital tembus seratus ribu
brand," ujarnya.
Ke depan Telkomsel ingin tetap menjadi pemimpin pada industri periklanan digital.
"Telkomsel
optimis, dengan inovasi inventori produk baru dalam periklanan mobile
serta big data, kami yakin bisa mengalami pertumbuhan yang pesat,"
katanya. (viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment