Laporan Pendapatan Perusahaan Membaik, Bursa AS Terangkat
Pialang sedang mengamati transaksi saham di Bursa Efek New York.(REUTERS/Brendan McDermid)
Suarasitaronews.com - New York : Indeks saham utama Amerika Serikat kembali
menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu New York, atau Kamis dini hari
waktu Indonesia barat, dengan indeks Dow Jones Industrial Average
berada di daerah yang belum pernah dipetakan sebelumnya.
Dilansir CNBC,
Kamis 17 Juli 2014, hal ini karena investor merasa puas dengan
perolehan pendapatan sejumlah perusahaan dan adanya tawaran akuisisi.
Setelah melompat 78 poin ke rekor intraday
17.139,35, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 77,52 poin
(0,5 persen) ke level 17.138,20. Saham raksasa teknologi Intel,
Microsoft, IBM, dan Cisco Systems memimpin kenaikan saham blue-chip.
Sementara
itu, indeks S&P 500 bertambah 8,29 (0,4 persen) ke level 1.981,57,
dengan saham sektor energi dan teknologi yang memiliki kinerja terbaik
dan saham sektor keuangan dan perawatan kesehatan yang paling merugi
dari 10 kelompok industri utama penyokong indeks.
Ekuitas
berada di dekat level tertinggi dengan rilis Beige Book Federal Reserve
, yang menemukan bahwa perekonomian AS berkembang dengan kecepatan
sedang, dengan melihat pengeluaran konsumen pada setiap distrik The Fed.
Saham
raksasa sektor energi, Intel, menguat setelah produsen chip itu
mempublish perkiraan pendapatan pada kuartal ketiga berada di atas
ekpektasi Wall Street.
"Penjualan PC ternyata lebih kuat dari
yang diperkirakan sebelumnya," ujar Luschini, Kepala Investasi
Strategist di Janney Montgomery Scott.
Saham Time Warner melonjak setelah CNBC
melaporkan perusahaan itu menolak diakuisisi 21st Century Fox senilai
US$80 miliar. Time Warner juga menegaskan bahwa perusahaan tidak dalam
diskusi terkait akuisisi.
Saham Apple dan International Business
Machines menguat setelah kedua perusahaan itu mengumumkan akan bekerja
sama mengembangkan aplikasi untuk pengguna bisnis dan perangkat online.
Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir
mencapai 675 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 3,4 miliar
unit saham.
Imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bungan KPR dam kredit konsumsi turun 2 basis poin menjadi 2,533 persen.
Ketua
Federal Reserve, Janet Yellen, di Capitol Hill menyimpulkan hasil
pertemuan keduanya di kongres. Dia mengatakan, mendapat berondongan
pertanyaan dari anggota parlemen Republik tentang Undang-Undang untuk
membuat Federal Reserve lebih akuntabel.
Presiden Federal Reserve
Dallas, Richard Fisher mengatakan, The Fed kemungkinan mulai menaikkan
suku bunga pada awal tahun depan, jila tidak lebih cepat.
Menjelang
pembukaan perdagangan Rabu, saham berjangka naik setelah laporan
pertumbuhan ekonomi kuartal kedua Tiongkok berada di atas harapan pasar
sebelumnya. (viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment