Suarasitaronews.com -
Tokyo : Pasar saham utama Asia terlihat mengikuti laju indeks saham acuan Wall
Street, karena bergerak lebih rendah pada transaksi awal Selasa 8 Juli
2014. Dilansir CNBC, indeks saham utama Amerika Serikat anjlok,
menjauh dari level tertinggi sepanjang masa, pada akhir perdagangan
Senin waktu setempat. Hal itu disebabkan para investor menunggu keluarnya rilis laporan keuangan kuartal kedua beberapa perusahaan. Sentimen
lain yang membebani pasar yakni Goldman Sachs Group meramalkan The Fed
akan menaikkan tingkat suku bunga pada kuartal ketiga 2015, bukan tiga
bulan pertama 2016. Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini melemah
0,6 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini turun untuk sesi kedua.
Rilis data surplus neraca berjalan pada Mei sebesar 522,8 juta yen
ternyata tidak mampu meningkatkan sentimen positif bagi pasar. Perusahaan
listrik menjadi fokus investor setelah pemerintah Jepang menutup semua
pembangkit nuklir di zona selatan negara itu akibat adanya badai darurat
dan gelombang laut yang tinggi menjelang adanya Topan Neoguri. Saham
Mitsubishi Heavy dan Kansai Electric Power jatuh lebih dari satu
persen. Saham sektor perbankan juga melemah meskipun rilis data pinjaman
perbankan pada Juni naik 2,5 persen dibandingkan periode yang sama
tahun lalu. Saham Sumitomo Mitsui jatuh 0,8 persen, sedangkan saham Mitsubishi UFJ turun 0,5 persen. Sementara
itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney melemah 0,2 persen. Indeks
patokan pasar saham Australia ini merayap lebih rendah, sedangkan nilai
tukar dolar Australia cenderung mendatar. Sentimen negatif bagi
pasar Australia juga datang dari survei ANZ-Roy Morgan yang memaparkan
tingkat kepercayaan konsumen jatuh 0,3 persen dalam pekan yang berakhir 6
Juli. Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak mendatar. Indeks utama pasar saham Korea Selatan
ini hanya sedikit berubah dari penutupan perdagangan Senin. Namun,
berhasil meredam kerugian berkat rally 1 persen saham Samsung
Electronics. Kenaikan saham Samsung stelah raksasa teknologi itu
memperkirakan laba operasi perusahaan pada kuartal kedua tahun ini lebih
rendah dari perkiraan sebelumnya. (viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment