Euforia Pilpres Picu Kenaikan IHSG dan Return Reksadana
Pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa serta Joko Widodo dan Jusuf Kalla(Istimewa)
Suarasitaronews.com - Jakarta : Peningkatan indeks harga saham gabungan (IHSG) karena adanya euforia Pemilihan Presiden (Pilpres) juga berimbas pada return reksadana saham.
Manajemen
Investasi meyakini reksadana saham akan bisa tumbuh tinggi setelah
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pemenang pilpres.
President
Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Edward Lubis, menuturkan,
reksadana saham naik hingga 22-24 persen karena adanya pemilu ini.
Dia
optimis reksadana saham akan terus mengalami kenaikan, terutama setelah
diketahui presiden yang terpilih. Sehingga, investor memilih menarik
dananya untuk dipindahkan di instrumen investasi lainnya, seperti
deposito.
“Kalau sekarang memang masih menunda dulu, karena memang mereka nggak mau
untung yang sudah didapat akan turun. Jadi, mereka alihkan ke deposito
atau yang lain. Banyak yang seperti itu,” ujarnya, di Jakarta, Kamis
malam,17 Juli 2014.
Sementara itu, untuk reksadana pendapatan tetap (fix income), Edward mengatakan, tahun ini kurang bagus karena kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) yang tinggi.
Dia
menjelaskan, reksadana terproteksi diproyeksikan naik, yang dipengaruhi
kenaikan BI Rate, sehingga membuat bank-bank, terutama bank besar,
menaikkan suku bunga deposito.
“Fix income tahun ini kurang bagus. Tapi, stabil lah, karena saat rugi orang malah nggak narik. Jadi nggak banyak inflow yang masuk, tapi banyak juga yang nggak narik. Penurunan ini karena suku bunga naik, tapi reksadana money market naik, karena deposito naik,” tuturnya.
Return
reksadana terproteksi, lanjutnya, saat ini mencapai 7 persen. Edward
memperkirakan, reksadana saham akan naik 5 persen lagi dari saat ini di
kisaran 22-24 persen.
Menurutnya, fix income bisa naik 3
persen lagi di akhir tahun dari saat ini tumbuh 4 persen. Dan reksadana
terproteksi bisa tumbuh hingga 7 persen lagi dari saat ini yang sudah
naik 7 persen.
“Kalau pilpres berjalan aman, saham masih bisa tumbuh 5 persen lagi. Kalau fix income bisa tumbuh hingga 7 persen di akhir tahun, dan money market bisa tumbuh 7 persen lebih,” imbuhnya.
Adapun, total dana kelolaan (under asset management/AUM)
reksadana Bahana TCW Investment Management per Juni 2014 sekitar Rp15
triliun, sementara yang di luar reksadana Rp6,5 triliun. Sehingga total
dana kelolaan hingga Juni 2014 mencapai Rp21,5 triliun.
“Kami target dana kelolaan tahun ini Rp25 triliun, industrinya masih muda, growthnya mestinya bisa double digit belasan persen minimum,” ujar Edward. (viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment