10 Spesies Kupu-kupu di Sekitar Rumah Mbah Maridjan
Spesies kupu-kupu kawasan Merapi(Vivanews/Daru)
Suarasitaronews.com - Yogyakarta : Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yoyakarta
menemukan 10 spesies kupu-kupu di kawasan Gunung Merapi. Salah satu
titik pengamatan itu adalah di sekitar rumah juru kunci gunung itu, Mbah
Maridjan (alm).
Rany Zeinita, Dian Rahmawati, Galay
Widhiasmoro, Violita Bella Sandya adalah beberapa mahasiswa yang
terlibat dalam penelitian tersebut. Lewat penelitian berjudul
'Inventarisasi Keanekaragaman Kupu-Kupu Famili Pieridae Di Taman
Nasional Gunung Merapi, Desa Kinahrejo, Sleman Yogyakarta', para
mahasiswa tersebut menginventarisasi kupu-kupu dari keluarga Pieridae.
Kupu-kupu
ini dikenal sebagai serangga penyerbuk tanaman, yang membantu
bunga-bunga berkembang menjadi buah sehingga jenis ini sangat berguna
untuk petani dan orang awam yang bercocok tanam.
Kupu-kupu keluarga ini
juga sering dijadikan sebagai indikator lingkungan. Pada penelitian ini
kupu-kupu dapat dijadikan sebagai indikator perubahan lingkungan yang
terjadi di daerah desa Kinahrejo setelah erupsi Merapi, khususnya
mengenai perubahan Merapi yang normal kembali.
Menurut Rany,
penelitian ini mengangkat kupu-kupu famili Pieredae karena jenis ini
banyak ditemukan. Biasanya, kupu-kupu ini berwarna putih, kuning,
oranye, dan banyak spesies bertanda hitam di pinggiran sayap, atau
bintik-bintik dari beberapa jenis. Ini yang jadi petunjuk penting untuk
mengidentifikasi spesies famili Pieredae.
Kupu-kupu famili
Pieredae melakukan berbagi pola venasi sayap umum. Di sayap depan,
jari-jari akan dibagi menjadi tiga atau empat cabang. Dalam beberapa
kupu-kupu oranye-ujung, radius terbagi menjadi lima cabang. Whites,
sulphurs, kuning, dan anggota keluarga lainnya semua memiliki tiga
pasang kaki berjalan. "Tidak seperti di kupu-kupu sikat-kaki, di mana
kaki depan yang dimodifikasi dan tidak digunakan untuk berjalan," kata
Rany kepada VIVAnews, baru-baru ini.
Dia menambahkan,
pengamatan dilakukan empat kali, yakni 5 dan 6 April serta 12 dan 13
April 2014. Setelah itu melakukan identifikasi lepidopera dengan
menggunakan buku dan web literatur.
"Dari pengamatan tersebut
kami memperoleh data, kupu-kupu famili Pieridae yang ditemukan sebanyak
10 spesies," imbuhnya. Sepuluh spesies ini adalah Delias hyparete,
Delias pasithoe, Catopsilia pomona, Catopsilia scylla, Eurema hecabe,
Eurema blanda, Eurema andersonii, Eurema simulatrix, Eurema brigitta, dan Eurema sari-sari.
Rany
menjelaskan, pengamatan dilakukan pada 6 titik penjelajahan yaitu
sekitar pintu masuk Desa Kinahrejo dan menuju ke area reboisasi tanaman
keras; di sekitar kebun warga; di sekitaran hutan; di bekas perumahan
warga; di sekitaran rumah Mbah Maridjan; dan di puncak Merapi (batas
jalan aspal).
Diberitakan sebelumnya, Mbah Maridjan menjadi salah satu korban keganasan wedhus gembel dari Gunung Merapi saat erupsi 26 Oktober 2010. Lebih dari 20 korban jiwa ditemukan di desa itu, termasuk editor senior VIVAnews Yuniawan Wahyu Nugroho dan relawan PMI Tutur Prijono yang ditemukan di depan rumah Mbah Maridjan. (viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment