Dirjen Pajak Fuad Rahmany( ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Suarasitaronews.com - Jakarta : Debat calon presiden dan calon wakil
presiden sudah dilakukan sebanyak dua kali. Debat pertama mengambil tema
Pembangunan Demokrasi Pemerintahan yang Bersih dan Kepastian Hukum.
Sementara itu, tema kedua adalah mengenai Program Ekonomi dan
Kesejahteraan Sosial.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian
Keuangan, Fuad Rachmany, Selasa 17 Juni 2014, mengaku heran dengan
penyelenggaraan debat capres itu. Sebab, selama perdebatan, permasalahan
pajak sama sekali tidak disinggung.
"Mungkin harus dicek tim
penanyanya, padahal kan, permasalahan pajak penting sekali," kata Fuad,
saat ditemui usai pelantikan pejabat Eselon II Kementerian Keuangan di
Jakarta.
Fuad memperkirakan, mungkin jika diberi pertanyaan, para
capres ini akan menjawab masalah tersebut. Ia juga merasa yakin para
capres tetap merasa sektor pajak merupakan permasalahan yang teramat
penting.
Ia menjelaskan, pajak saat ini merupakan sumber
penghasilan negara yang paling besar. Tercatat, 75 persen pemasukan
negara datang dari sektor pajak.
Fuad memperkirakan, dunia
politik tidak melihat hal ini. Padahal, jika dibandingkan dengan
negara-negara lain, dunia perpajakan menjadi konsen utama.
Menurut
dia, dana program-program pemerintah yang dibicarakan seperti
pembangunan infrastruktur, dan mengurangi kemiskinan harusnya dibahas
serta didatangkan dari mana.
"Itu dana pembangunan infrastruktur dan pengurangan kemiskinan uangnya dari mana, kan semua butuh dana," katanya, seperti dilansir viva.co.id.
Tak salahkan capres Permasalahan
pajak saat ini, menurut Fuad, terletak di tingkat kepatuhan terhadap
pajak yang rendah. Untuk itu, ini membutuhkan dukungan negara dan
pemerintah untuk menanggulanginya.
Ia berharap, seluruh pihak
memikirkan bagaimana pendapatan dan kepatuhan terhadap pajak semakin
tinggi. "Itu seharusnya menjadi topik pembahasan," katanya.
Walaupun
demikian, Fuad enggan membebankan kesalahan ini kepada capres atau
cawapres. Alasannya, karena selama ini pertanyaan-pertanyaan yang
dilontarkan dalam debat capres tidak pernah menyinggung soal pajak. (viva.co.id)
0 komentar:
Post a Comment