Awas, Ancaman 'Heartbleed' Kembali Hantui Jagat Maya
lustrasi ancaman Heartbleed (foto: Yahoo)
Suarasitaronews.com - BOSTON : Ancaman Heartbleed di internet yang
menggegerkan seluruh dunia, April lalu kembali membuat heboh dunia jagtd
maya. Peneliti keamanan internet menemukan bug baru dalam perangkat lunak enskripsi web yang menyebabkan ancaman kejahatan internet Heartbleed.
Para
ahli mengatakan kerentanan yang baru saja ditemukan di OpenSSL,
Meskipun memungkinkan hacker untuk memata-matai komunikasi, tidak tampak
sebagai ancaman serius sebagai Heartbleed. Dilansir melalui, Yahoo,
Minggu (8/6), bug baru tersebut diumumkan pada Kamis yang berisi
tujuh perbaikan keamanan yang dirilis melalui update OpenSSL.
Para ahli mengatakan, website
dan teknologi perusahaan yang menggunakan teknologi OpenSSL, harus
menginstal pembaruan pada sistem mereka secepat mungkin. Hanya saja,
menurut mereka, update ini bisa memakan waktu beberapa hari atau minggu, karena perusahaan perlu sistem pengujian pertama untuk memastikan apakah update tersebut dapat kompatibel dengan sistem.
“Mereka
harus menggunakan patch, dan ini memakan waktu,” kata Lee Wainer Senior
Vice President Cyber security Software Maker Rapid7.
Teknologi OpenSSL digunakan pada hampir sekitar dua pertiga dari semua situs web
yang ada, termasuk yang dijalankan oleh Amazon, Facebook, Google, dan
Yahoo. Hal ini juga digabungkan menjadi ribuan produk teknologi dari
perusahaan, termasuk Cisco Systems, Hewlett-Packard, IBM, Intel, dan
Oracle.
Serangan bug heartbleed muncul pada April ketika
dinyatakan bahwa cacat tersebut berpontensi mengenai pengguna sejumlah
situs dan perangkat teknologi dari serangan hacker yang mampu mencuri
banyak data tanpa meninggalkan jejak.
Para ahli keamanan internet tersebut mengatakan bug
tersebut tidak lebih kuat dan jahat dari Heartbleed sehingga tidak
terlalu rentan menimbulkan ancaman. Namun, kata Tal Klein, Vice
President Of Strategy Cloud Security Firm Adallom, sampai pengguna
teknologi memperbarui sistem mereka, ada semacam "peluang terbuka" bagi hacker yang canggih untuk meluncurkan serangan lagi dan menimbulkan kerentanan baru. (okezone.com)
0 komentar:
Post a Comment