Stephen Hawking: Robot Bisa Jadi Bumerang Peradaban Manusia
Ilustrasi manusia dikelilingi robot(http://www.afrid-fransisco.com)
Suarasitaronews.com - Robot kini bukan hal aneh atau luar biasa. Perannya bahkan mungkin
semakin meningkat dalam kehidupan manusia. Mesin robot memudahkan
manusia untuk menjalankan sejumlah aktivitas. Kemajuan teknologi, suka
atau tidak suka, telah membuat robot lahir ke dunia.
Fisikawan kondang dunia Stephen Hawking adalah salah seorang yang ngeri dengan bertambahnya jumlah robot pembantu manusia. Daily Mail, Senin 5 Mei 2014, melansir pernyataan Hawking yang memperingatkan potensi bahaya robot.
“Sukses menciptakan AI –Artificial Intelligence
(Kecerdasan Buatan)– bakal menjadi peristiwa terbesar dalam sejarah
manusia. Sayangnya mungkin itu bisa menjadi kesuksesan yang terakhir,
kecuali kita mempelajari bagaimana menghindari risiko itu,” kata
Hawking.
Menurut Hawking, inovasi robot dan AI lainnya berpotensi
menjadi bumerang dan menghancurkan peradaban manusia. Saat ini, umat
manusia menghadapi masa depan yang kian tak menentu karena teknologi tak
bisa belajar, berpikir, dan beradaptasi dengan lingkungan. Bukan tak
mungkin teknologi bisa melampaui kecerdasan manusia.
Hawking
lantas mencontohkan salah satu perkembangan AI dalam bentuk asisten
personal digital berbasis pengenalan suara seperti Siri, Google Now, dan
Cortona. Dalam jenis dan taraf berbeda, hal itu bisa menjadi indikasi
gejala perlombaan persenjataan teknologi informasi di masa mendatang.
Dalam jangka pendek dan menengah, militer di seluruh dunia diperkirakan tengah mengembangkan sistem senjata otonom berdasarkan Artificial Intelligence. Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa melarang perkembangan AI menuju arah berbahaya.
Meski
demikian, Hawking mengakui ada sisi positif dari perkembangan AI, yakni
bisa dimanfaatkan untuk memberantas peperangan, penyakit, dan
kemiskinan.
Sejauh ini Hawking melihat perkembangan Artificial Intelligence
tak terbendung. IBM, perusahaan penyedia peranti komputer asal Amerika
Serikat, misalnya telah mengembangkan chip pintar yang bisa meniru
kemampuan persepsi, tindakan, dan pikiran otak manusia.
Maka,
bukan tak mungkin suatu hari nanti para ilmuwan komputer dapat
mengembangkan mesin dengan otak lebih cerdas dari otak manusia. Untuk
itu Hawking mengajak peneliti dunia untuk meneliti AI secara serius guna
menghindari risiko terburuk.
“Kita semua harus bertanya pada
diri sendiri, apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk menuai manfaat
dari AI dan menghindari risikonya,” kata Profesor Universitas Cambridge
itu. (viva.co.id/mira)
0 komentar:
Post a Comment