Vandroid S5J, ponsel quad core harga terjangkau(VIVAnews/Amal Nur Ngazis)
Suarasitaronews.com - Produsen ponsel lokal, Advan, merilis
menambah jajaran ponsel baru, dengan merilis Vandroid S5J. Ponsel itu
dihadirkan guna memenuhi kebutuhan pengguna ponsel Indonesia yang ingin
selalu terhubung dan update dengan informasi.
"Pada
dunia yang serba instan saat ini, perubahan di masyarakat begitu cepat,
mereka membutuhkan akses yang bisa mempermudah dalam memperolah apa pun.
Kami hadirkan dengan kekuatan prosesor empat kali lipat," kata Direktur
Marketing Advan Tjandra Lianto di Jakarta, Kamis 8 Mei 2014.
Sebagai
ponsel yang dihadirkan memenuhi kebutuhan pengguna saat ini, Vandroid
S5J hadir layar HD 5 inchi, dengan resolusi 1028x720 piksel. Ditunjang
dengan teknologi One Glass Solution, membuat layar ponsel lebih
responsif dan membuat akses makin nyaman.
Guna mendukung
performa, ponsel ini dibekali prosesor quad-core 1,2 Ghz, RAM 1 GB.
Sedangkan ruang penyimpanan internal ponsel seluas 4 GB, dengan opsi
perluasan menggunakan slot MicroSD.
Ponsel HD itu juga
dipersenjatai dual camera, 8 MP kamera utama dan 3 MP kamera depan.
Kamera itu ditunjang dengan teknologi Quick Camera Navigation, yang
memudahkan pengguna saat melakukan foto selfie.
Tak lupa, ponsel
bersistem Android Jelly Bean 4.2 itu dibekali dengan baterai 2000 mAh.
Mengenai kapasitas ini, Advan menjamin pengguna tetap dapat menghemat
daya. Pasalnya ponsel ini sudah dibantu dengan prosesor Cortex A7.
"Rahasianya
ada di prosesornya, dengan kekuatan itu baterai bisa memasok daya
hampir seharian, untuk pemakaian normal," ujar Tjandra.
Dengan ponsel barunya, Advan mematok 20 ribu unit sampai semester pertama 2014. Vandroid S5J dibanderol dengan Rp1,8 juta.
Lebih Indonesia
Sebagai
produsen ponsel lokal, Advan tak gentar untuk bersaing dengan produsen
ponsel yang sudah mengglobal. Meski secara brand masih kalah dari
ponsel global, Advan memiliki siasat yang bisa menjaga merk ponsel
besutannya tetap stabil di pengguna mobile Indonesia.
Tjandra
mengakui kepercayaan pengguna mobile di Indonesia atas ponsel lokal
masih rendah. Tapi Tjandra mengklaim produk besutan Advan memiliki hal
yang berbeda dari produk lokal lainnya.
"Produk kami memang dari
China, tapi kami bukan produk yang murahan juga bukan produk yang mudah
rusak. Anda bisa lihat semua perangkat kelas dunia juga diproduksi di
China. Produk Kami sudah melalui uji kualitas," ujar Tjandra.
Guna
menarik perhatian pengguna, Advan sudah menghadirkan layanan pusat
aplikasi secara mandiri, Advan Store. Tjandra mengatakan konsep pusat
aplikasi ini lebih rasa Indonesia dan lebih memudahkan pengguna, yang
tak perlu menggunakan akun Gmail seperti yang ada pada Google Play.
"Advan
Store kami pasok dari aplikasi besutan 3 pengembang besar di Indonesia,
dari situ kami harapkan bakal muncul 150 ribu aplikasi lokal," kata
dia.
Soal kualitas aplikasi itu, imbuh Tjandra, sudah melalui
seleksi ketat di pabrik pusat di China, layak maka segera masuk pada
pusat aplikasi tersebut.
Advan juga tengah menjajaki sistem payment aplikasi
mandiri, yang memudahkan pengguna dalam menggunakan aplikasi
berbayarnya. Advan juga menunjukkan komitmennya lebih dekat pada
pengguna dengan rencana pendirian pabrik di Semarang.
"Semoga Mei ini sudah selesai. Kapasitas pabrik bisa bikin 30 ribu unit per line," ujar dia.
Buka
itu saja, Advan juga bakal melebarkan pusat service menjadi 48 titik di
seluruh nusantara, termasuk Papua. Pada semester awal tahun ini, Advan
sudah siap-siap memperkenalkan 26 jenis produk. "Sisanya masih ada 6
lagi. Tiga produk premium dan 3 untuk segmen low end, itu sampai Juni tahun ini," kata dia. (viva.co.id/mira)
0 komentar:
Post a Comment