Suarasitaronews.com - JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat (AS) pada hari diperkirakan akan bergerak di level
Rp11.495-Rp11.523 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).
"Laju
Rupiah masih di bawah level resisten Rp11.500 per USD," ucap Kepala
Riset Trust Securities Reza Priyambada dalam risetnya, Jakarta, Rabu
(7/5/2014).
Menurut Reza, laju nilai tukar Rupiah yang stagnan di
hari kedua pekan ini, dikarenakan Rupiah baru merespons perlambatan
ekonomi Indonesia yang tumbuh hanya 5,21 persen secara tahunan (year on
year), dibandingkan kuartal I-2013 yang 5,78 persen. "Angka ini turun
cukup tajam," katanya.
Reza menjelaskan, sejak kuartal I -2012,
ekonomi Indonesia selalu bertengger di atas 6 persen. Padahal, laju yen
Jepang tengah terapresiasi terutama setelah indeks manufaktur China
melemah.
"Begitu pun dengan euro dan poundsterling yang juga
terapresiasi dibandingkan dolar AS seiring spekulasi meningkatnya indeks
manufaktur di sejumlah Eurozone," tukas dia. (okezone.com/mira)
0 komentar:
Post a Comment