Suarasitaronews.com-Ondong Siau : Keluhan warga Sitaro terkait permasaalahan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM), Sampai sekarang masih nyaring terdengar. Dari harga minyak
tanah, bensin, dan solar yang mahal, oleh warga, penyaluran BBM dinilai diskriminatif.
Hal tersebut di ungkapkan warga, melihat ukuran
BBM yang disunat oleh APMS Maranatha Siau. Wargapun menginginkan, pemerintah lebih tegas menuntaskan masalah yang
tergolong klasik tersebut.
“Sampai sekarang masalah ini masih saja terus terjadi.
Kita ingin, ada perubahan tentang BBM ini,” ungkap sejumlah warga di Ulu Siau.
Berbagai dugaan muncul di tengah-tengah masyarakat Sitaro, dimana, terdapat kolaborasi permainan yang kuat sejumlah oknum
yang dianggap adalah mafia BBM di belakang layar.
“Sitaro banyak mafia
BBM dari atas sampai bawah. Tidak heran, persoalan ini masih subur,”
ungkap warga.
Sementara itu, Kepala Dinas
ESDM Sitaro Mei Welang mengakui, menuntaskan berbagai persoalan itu tidaklah
mudah.
“Tentu tidak mudah. Tetapi setidaknya kita berusaha mengurangi
masalahnya,” ujar Welang, Jumat, (21/03)
Ia mengatakan, ESDM telah menyiapkan berbagai strategi
baru, agar ruang main mafia BBM makin sempit. “Kita sudah ada strategi baru,
namun ini juga harus ditopang sejumlah pihak terkait, agar bisa sukses,” jelas
Welang.
Berikut Masalah
BBM Yang Terjadi Di Sitaro
![]() |
| Jatah BBM yang tidak wajar (foto SSN) |
1. Harga
minyak tanah, bensin, solar melambung dari harga sebenarnya setelah disubsidi.
2. Penyaluran
dan penjualan diskriminatif. Kepada segelintir orang diberi jatah lebih banyak,
sedangkan yang lain tidak.
3. Ukuran
BBM dibagi tak sesuai takaran sebenarnya.
4. Tak
jarang terjadi kelangkaan minyak dan menyulut kenaikan harga bahan - bahan pokok lainnya. (erga)


0 komentar:
Post a Comment