![]() |
| foto ilustrasi : Wasiat Untuk Suami Dan Istri |
Suarasitaronews.com-Ulu Siau : Ada sebuah harapan mulia dan cita-cita luhur yang diidam-idamkan oleh
setiap suami dan istri. Ada keinginan mendesak yang diharapkan oleh
setiap pengantin. Bila harapan, cita-cita dan keinginan itu terwujud
maka panji-panji cinta dan bahagia akan berkibar di atas keluarga dan
kata-kata kasih dan sayang akan bergema di sudut-sudutnya. Bila tidak,
rumah tangga akan tenggelam di dalam lautan gelisah dan nestapa, serta
bahteranya akan dihempaskan oleh gelombang keburukan dan permusuhan ke
dalam samudera bencana dan malapetaka.
Saudara-saudara! Itulah dia “Kabahagiaan Rumah Tangga”. Merupakan
harta yang sulit dicari di zaman ini, dan barang langka sepanjang masa.
Karena persoalan kemasyarakatan sosial kian membesar, persoalan rumah
tangga kian menumpuk dan berada di garda depan dalam barisan
masalah-masalah umat dan masyarakat. Ini adalah peringatan akan adanya
ancaman bahaya yang besar dan kerusakan yang luas terhadap negara dan
bangsa, dalam urusan dunia dan akhirat.
Wahai kaum muslimin! Salah satu anugerah yang diberikan Allah kepada
hamba-Nya ialah rumah tangga. Allah memberinya pasangan hidup yang mulia
sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya, sebagai penenang hati, kasih
sayang, pakaian dan teman setia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ
أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً
وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan
merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan
sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum :21)
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :
وَاللهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ
الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللهِ هُمْ
يَكْفُرُونَ
“Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri
dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan
cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah
mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah.” (QS. An-Nahl :72)
Di rumahnya seorang suami bisa menemukan tempat berlabuh yang mulia
dan ketenangan jiwa setelah lelah bekerja. Ia bisa mengibaskan debu-debu
kejenuhan dan kebosanan dari dirinya. Ia dapat meluruhkan kesulitan
hidup dengan senyuman yang manis, wajah yang ceria, kata-kata yang
lembut, perlakuan yang halus, persaan yang hangat, dan emosi yang
meluap. Ia diimbangi oleh pasangan hidupnya, teman perjalanannya,
belahan jiwanya, dan ibu dari anak-anaknya. Dan dirumahnya seorang istri
bisa menemukan sarang keluarga yang bahagia dan tempat hidup yang enak.
Di rumah itu lahirlah generasi baru yang shalih dan istimewa di bawah
naungan naluri ayah yang penyayang dan naluri ibu yang pengasih, jauh
dari pemicu ketegangan dan keglisahan, pengganggu kenikmatan, dan
pengundang kesengsaraan dan kekacauan.
Begitulah, Islam menginginkan agar keluarga bisa menjadi markas
kebaikan, cinta dan keharmonisan, dan bisa menjadi benteng dalam
berbakti, berkasih sayang dan perdamaian. Islam meminta kedua pilar
utama keluarga suami dan istri agar bisa menjadi contoh dalam hal
kerjasama yang baik dan pelaksanaan hak dan kewajiban masing-masing.
Atas dasar itulah kebahagiaan rumah tangga tidak terletak pada pakaian
yang mewah, makanan yang enak, dan penghidupan yang segar. Melainkan
pada kasih sayang, cinta dan kerjasama. Sesungguhnya rumah tangga yang
berdiri di atas pondasi pertengkaran dan perseteruan, dipenuhi cobaan
dan masalah adalah benar-benar rentan terhadap hantaman badai kehancuran
dan topan perceraian, jauh dari ketenangan batin dan harapan kemapanan.
Khutbah Jum'at Tanggal 21 Maret 2014
Imam Ustadz Masloman.S.Ag
reporter : rags

0 komentar:
Post a Comment