Suarasitaronews.com-Ondong Siau : Pencurian
ikan atau dikenal dengan illegal fishing,
kabarnya marak dilakoni nelayan asal Filipina. Nelayan Sitaro yang melihat aksi
mereka, tak bisa berbuat apa-apa, selain hanya menonton saja. Mereka mengaku,
takut bertarung dengan nelayan asing yang memiliki fasilitas kapal, lebih
canggih dari yang mereka punya
“Kalau pun dikejar, kapal kita tidak mampu. Malahan, bisa-bisa kita yang
dikejar mereka,” aku sejumlah nelayan, Kamis, (20/3)
Sementara
itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sitaro Ir Medi Ompi PhD
mengatakan, pemerintah terus akan menutup ruang gerak nelayan asing. Meski
nyatanya, mereka tak kapok-kapoknya mencuri kekayaan laut Sitaro.
“Pengawasan akan semakin
ditingkatkan. Patroli sudah direncanakan dan akan intens digelar,” ujarnya.
Nelayan asing yang sembarangan beroperasi di laut Sitaro sudah keterlaluan dan sudah ada aturan mengenai batas laut setiap daerah, yakni empat mil dari garis
daratan, itu milik Pemkab. Setelah itu ada wilayah perairan milik Pemerintah
Provinsi (Pemprov).
"Kan sudah ada aturan mengenai batas laut setiap daerah, yakni empat mil dari garis
daratan, itu milik Pemkab. Setelah itu ada wilayah perairan milik Pemerintah
Provinsi" Jelas Ompi.
Memang,
diakui Ompi, wilayah kelautan Sitaro jadi sasaran empuk nelayan asing, sebab
kekayaan sumber daya ikan sangat melimpah di Sitaro selain menggelar patroli, kata Ompi, pihaknya
membentuk kelompok nelayan pengawas (Pokmaswas) di sejumlah pulau. Kendati mengaku all out menjaga kedaulatan laut, namun
Ompi tak menampik kalau penambahan petugas penjaga laut masih dibutuhkan.(erga)

0 komentar:
Post a Comment